Emas dan Perak Melemah saat Meredanya Ketegangan AS

Jakarta, Maret.id — Harga emas turun ke kisaran 4.050 Dolar AS per ons pada perdagangan Senin pagi, mengakhiri penguatan selama dua hari sebelumnya.
Penguatan awal dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang sempat mendorong harga minyak dan memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
Sejak Kamis lalu, konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Iran menyerang sejumlah target, termasuk kapal kontainer, kapal pengangkut minyak milik Qatar, serta pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Serangan Iran mendapat balasan dari militer AS, namun kedua negara kemudian sepakat untuk menangguhkan sementara aksi militer menjelang dimulainya kembali perundingan damai di Doha, Qatar, pada pekan ini.
Di sisi lain, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dirilis Jumat lalu tercatat sesuai dengan ekspektasi pasar.
Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi terkait kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve tahun ini.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan bulanan AS dan indeks manufaktur ISM yang diperkirakan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan.
Senada dengan emas, harga perak terkoreksi ke sekitar 58,5 Dolar AS per ons, sekaligus menghentikan tren penguatan selama dua hari.
Pergerakan perak dipengaruhi sentimen yang sama; keputusan kedua negara untuk menangguhkan serangan sementara mengurangi permintaan terhadap aset safe haven dan meredakan tekanan pasar.





