Ekonomi

Pasar Minyak Global Kembali ke Level Sebelum Konflik Iran

Jakarta, Maret.id — Harga minyak mentah melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, waktu AS; Brent untuk pengiriman Agustus turun 23 sen (0,3 persen) menjadi 72,92 Dolar AS per barel dan WTI turun 1,25 Dolar AS (1,8 persen) menjadi 69,50 Dolar AS per barel. Pelemahan terjadi karena pelaku pasar terus mencermati perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat memengaruhi pasokan minyak global.

Harga kini hampir kembali ke level sebelum pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari 2026. Saat itu Brent ditutup di 72,48 Dolar AS per barel, sedangkan WTI berada di 67,02 Dolar AS per barel.

Pemerintah Qatar menyatakan utusan AS yang berada di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran dan kedua pihak hanya akan mengadakan pembicaraan teknis yang bisa ditingkatkan jika ada kemajuan. Ketidakpastian tersebut membuat investor terus memantau situasi di Selat Hormuz karena setiap perkembangan di kawasan itu berpotensi memengaruhi harga minyak global.

Dari sisi fundamental, Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak dunia akan mengalami surplus pasokan sekitar 4,8 juta barel per hari pada 2027, yang berpotensi menekan harga dalam jangka menengah. Secara teknikal, Brent telah berada di wilayah oversold selama 13 hari berturut-turut, sementara WTI selama 11 hari berturut-turut.

Sepanjang Juni 2026, harga Brent tercatat turun sekitar 21 persen, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak anjlok 55 persen pada Maret 2020 ketika permintaan energi runtuh akibat pandemi Covid-19. Dalam periode April–Juni 2026 (kuartal II), Brent juga merosot sekitar 38 persen, menjadi penurunan triwulanan terdalam sejak kuartal pertama 2020.

Data U.S. Energy Information Administration menunjukkan produksi minyak mentah AS mencapai rekor bulanan baru yaitu 13,93 juta barel per hari pada April 2026 setelah produsen meningkatkan produksi saat harga sempat melonjak akibat konflik Iran. Pelaku pasar kini menunggu laporan persediaan minyak mingguan dari American Petroleum Institute dan EIA, dengan analis memperkirakan stok minyak mentah AS berkurang sekitar 4,5 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni 2026.

Jika perkiraan tersebut terbukti, maka ini akan menjadi sepuluh pekan berturut-turut penurunan persediaan minyak mentah di AS, menyamai rekor yang terakhir terjadi pada Januari 2018.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button