Ekonomi

STOXX 600 Turun dari Rekor, Chip Seret Ekuitas Eropa

Jakarta, Maret.id — Indeks STOXX 600 turun 0,4 persen ke level 640, sementara Euro STOXX 50 terkoreksi 0,6 persen seiring aksi ambil untung di beberapa sektor teknologi.

Tekanan terbesar datang dari saham produsen chip setelah kekhawatiran bahwa reli sektor kecerdasan buatan (AI) telah berlangsung terlalu tinggi.

ASML dan Infineon masing-masing merosot sekitar 4,6 persen, diikuti pelemahan pada perusahaan yang memiliki eksposur ke pusat data dan infrastruktur kelistrikan seperti Siemens, Schneider Electric, serta Siemens Energy.

Sebaliknya, saham perangkat lunak mencatat penguatan berkat optimisme terhadap belanja perusahaan teknologi besar (hyperscaler) di Amerika Serikat.

Di sisi makro, inflasi Zona Euro melambat menjadi 2,8 persen pada Juni, lebih rendah dari ekspektasi 3 persen, sementara inflasi inti turun menjadi 2,4 persen.

Data inflasi tersebut memperkuat pandangan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak akan tergesa-gesa menaikkan suku bunga tahun ini sehingga menopang saham-saham sektor perbankan dan membuat UniCredit serta Deutsche Bank ditutup menguat.

Indeks DAX Jerman justru naik sekitar 0,2 persen dan menjadi yang paling tangguh di kawasan berkat lonjakan saham sektor pertahanan seperti Rheinmetall, Renk, dan Hensoldt terkait rencana peningkatan kerja sama produksi senjata antara Jerman dan Amerika Serikat.

Saham SAP menguat lebih dari 5 persen, meski kenaikan indeks DAX terbatas oleh pelemahan Infineon dan Siemens.

Di Prancis, CAC 40 turun 0,8 persen akibat tekanan pada saham mewah, energi, dan industri, sementara Schneider Electric melemah setelah mengumumkan rencana akuisisi Cognite.

TotalEnergies tertekan oleh penurunan harga minyak, sedangkan Airbus justru menguat setelah memperoleh pesanan baru dari Scandinavian Airlines.

Di Italia, FTSE MIB turun 0,2 persen dengan ENI, Saipem, serta STMicroelectronics menjadi penekan utama indeks.

FTSE 100 Inggris bergerak sedikit lebih rendah karena penurunan harga minyak yang membebani Shell dan BP, meski sektor pertahanan memberi dukungan melalui penguatan BAE Systems, Babcock, dan Rolls-Royce.

Secara keseluruhan, perdagangan saham Eropa masih dibayangi aksi ambil untung pada sektor teknologi khususnya semikonduktor, tetapi meredanya inflasi dan meningkatnya ekspektasi bahwa ECB akan mempertahankan kebijakan moneternya membantu membatasi pelemahan pasar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button