Ekonomi

Aksi Jual Saham Teknologi Tekan Wall Street ke Zona Merah

Jakarta, Maret.id — Indeks Wall Street ditutup variatif pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan Dow Jones turun 13,96 poin (0,03%) ke 52.305,24, S&P 500 melemah 0,22% ke 7.483,23, dan Nasdaq Composite turun 0,66% ke 26.040,03.

Tekanan terbesar datang dari saham produsen chip, dimana indeks semikonduktor anjlok 6,3% dan menjadi sektor dengan kinerja terburuk hari itu.

Pelaku pasar menunjukkan kekhawatiran terkait tingginya valuasi perusahaan teknologi dan besarnya belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Saham Meta Platforms melonjak 8,8% setelah laporan bahwa perusahaan tengah membangun bisnis layanan cloud untuk menjual kelebihan kapasitas komputasi AI, dan kenaikan ini membantu menahan penurunan lebih dalam pada S&P 500 dan Nasdaq.

Investor memilih berhati-hati menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli dan tetap memantau perkembangan hubungan AS–Iran, dimana putaran terbaru pembicaraan tidak langsung pada Rabu berakhir tanpa kemajuan berarti.

Pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Kamis, yang diperkirakan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

“Risiko inflasi mulai mereda dalam beberapa waktu terakhir, namun bank sentral tetap berkomitmen menjaga target inflasi 2 persen dan tidak akan melonggarkan kebijakan moneter hanya karena adanya desakan politik untuk memangkas suku bunga,” ujar Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve.

Pernyataan tersebut sempat membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga, namun berdasarkan data LSEG pasar masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun ini.

Data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS melambat pada Juni meski secara umum masih berada pada level yang cukup kuat.

Di luar sektor teknologi, saham produsen aluminium Alcoa merosot 8,9% setelah South32 menyepakati penjualan sebagian besar aset aluminiumnya kepada Alcoa.

Meski ditutup melemah pada perdagangan hari itu, kinerja Wall Street sepanjang kuartal II tetap sangat positif dengan S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020 dan Dow Jones mencatat performa kuartalan terbaiknya sejak 2022.

Volume transaksi di bursa AS mencapai sekitar 19,71 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir sebesar 23,36 miliar saham.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button