Dolar AS Menguat Jelang Data Tenaga Kerja, Tekan Rupiah

Jakarta, Maret.id — Kurs Dolar AS di pasar uang New York ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026 waktu setempat.
Penguatan didorong antisipasi rilis data ketenagakerjaan AS (NFP) serta meningkatnya ekspektasi pasar sebesar 66 persen bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Namun penguatan greenback sempat menyusut setelah Chairman Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa ekspektasi dan risiko inflasi dalam beberapa pekan terakhir telah mereda.
Indeks DXY, yang mengukur pergerakan Dolar AS terhadap enam mata uang utama, naik 0,17 persen menjadi 101,41.
Sentimen penguatan Dolar AS ini turut menekan mata uang utama lainnya di pasar global.
Yen Jepang sempat anjlok ke level terendah dalam 40 tahun sebelum akhirnya stabil di 162,56 per Dolar AS.
Euro juga melemah 0,39 persen menjadi 1,1376 terhadap Dolar AS setelah data inflasi kawasan Euro tercatat di bawah ekspektasi pasar.
Pergerakan nilai tukar kali ini dipantau ketat oleh investor dan pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi aliran modal serta kebijakan moneter regional dan global.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS yang dinilai dapat memberi arah baru bagi ekspektasi suku bunga dan volatilitas mata uang ke depan.





