BP BUMN Matangkan Pendanaan Dua BUMN Karya Demi Stabilitas

Jakarta, Maret.id — BP BUMN menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyiapkan skema pembiayaan yang mendukung transformasi dua BUMN karya, yakni PT PP dan PT Adhi Karya.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan restrukturisasi tidak sekadar ditujukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi bagi penguatan bisnis BUMN karya agar lebih sehat dan berkelanjutan.
“Kita belajar dari pengalaman. Restrukturisasi ini harus menjadi titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih kuat, lebih sehat dan memiliki tata kelola yang lebih baik sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan nasional,” ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN.
Dony memimpin rapat yang melibatkan jajaran direksi Bank Mandiri, BRI, BNI, serta manajemen PT PP dan PT Adhi Karya.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan proses restrukturisasi dan mematangkan skema pendanaan yang akan disiapkan oleh Himbara.
Pemerintah memandang dukungan sektor perbankan sebagai kunci untuk memastikan restrukturisasi berjalan sesuai rencana dan efektif. Pembiayaan yang disiapkan tidak akan diberikan secara menyeluruh, melainkan difokuskan pada proyek-proyek dengan prospek bisnis jelas, arus kas terukur, dan kemampuan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Pendekatan selektif ini diharapkan memperkuat likuiditas kedua BUMN dan meningkatkan kualitas portofolio proyek sehingga setiap pendanaan berdampak langsung pada perbaikan kinerja perusahaan.
Melalui skema pembiayaan yang lebih selektif, restrukturisasi diharapkan menjadi titik awal bagi PT PP dan PT Adhi Karya untuk memperbaiki struktur keuangan serta meningkatkan daya saing di tengah tantangan industri konstruksi yang kian kompetitif.
Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026. Langkah ini dinilai krusial bagi stabilitas sektor konstruksi dan upaya mendukung target pembangunan nasional.





