Emas Menguat Imbas Lesunya Pasar Tenaga Kerja AS

Jakarta, Maret.id — Penyerapan tenaga kerja yang hanya bertambah 57.000 dari perkiraan 110.000 tersebut seketika meredam ambisi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Respons pasar langsung terlihat pada perdagangan Jumat 3 Juli 2026 saat harga emas spot melesat 1,3 persen ke angka 4.174,21 Dolar AS per ons, level tertinggi sejak 23 Juni yang mengamankan kenaikan mingguan di atas 2 persen.
Sejalan dengan itu, kontrak berjangka AS untuk pengiriman Agustus terkerek 1,5 persen ke posisi 4.186,80 Dolar AS per ons.
Melesunya pasar tenaga kerja ini memangkas peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September dari 66 persen menjadi 54 persen.
Prospek suku bunga yang lebih rendah itu menekan Dolar AS ke penurunan mingguan terdalamnya sejak April sehingga secara otomatis membuat emas menjadi lebih murah dan menarik bagi pemegang mata uang lain.
Fondasi harga emas juga diperkuat oleh aksi bank sentral global yang membukukan pembelian bersih sebesar 41 metrik ton sepanjang Mei menurut data World Gold Council.
Komoditas logam lainnya juga menguat, dengan harga perak spot melonjak 1,9 persen menjadi 62,19 Dolar AS per ons dan paladium naik 0,8 persen ke posisi 1.278,36 Dolar AS per ons.
Pergerakan ini menunjukkan arus modal yang cenderung beralih ke aset safe haven dan logam mulia ketika prospek kebijakan moneter utama dunia mengalami ketidakpastian.





