Ekonomi

Strategi Lindungi Aset Keluarga dari Lonjakan Biaya Kesehatan

Jakarta, Maret.id — Tanpa proteksi yang memadai, banyak keluarga terpaksa menguras tabungan hingga menjual aset berharga untuk menutupi lonjakan biaya rumah sakit yang mencapai ratusan juta rupiah.

Di tengah ketidakpastian hidup, memprioritaskan proteksi kesehatan sejak dini menjadi kebutuhan krusial untuk menjaga ketenangan jiwa keluarga.

Asuransi syariah hadir menawarkan solusi perlindungan yang berlandaskan pada prinsip gotong royong (ta’awun) melalui pengelolaan dana tabarru’ sehingga peserta dapat saling menopang saat musibah melanda.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Gautama, menegaskan komitmen mendalam perusahaan dalam mengawal amanah perlindungan ini.

“Ketenangan keluarga adalah amanah yang kami jaga. Kami hadir sebagai ‘Satu yang Melindungi’, memastikan setiap keluarga tidak menghadapi ketidakpastian sendirian,” kata Vivin Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah.

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin 6 Juli 2026.

Vivin menjelaskan bahwa melalui prinsip saling melindungi dan tolong-menolong (ta’awun), proteksi bukan sekadar ikhtiar finansial tetapi juga wujud kepedulian yang memberi ketenangan jiwa dan keberkahan bagi masa depan keluarga.

Sejak berdiri mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah tercatat menyalurkan santunan klaim sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 300 ribu peserta.

Kisah nasabah bernama Ronald menggambarkan pentingnya memiliki proteksi kesehatan yang menyeluruh.

Saat krisis pandemi Covid-19 varian Delta, Ronald dirawat intensif di ICU hampir dua minggu dengan total biaya medis mencapai Rp500 juta.

Kejadian berikutnya adalah operasi darurat akibat empedu pecah yang menelan biaya sekitar Rp150 juta.

“Alhamdulilah, klaim berjalan lancar,” kata Ronald, nasabah Prudential Syariah.

Seluruh tindakan tersebut berhasil ditanggung oleh Prudential Syariah sesuai ketentuan polis.

Ronald juga menekankan bahwa kehadiran tenaga pemasar yang sigap membantu administrasi dan memberikan ketenangan psikologis pada masa-masa sulit.

Cerita ini menegaskan peran asuransi syariah sebagai jaring pengaman keuangan keluarga dalam menghadapi lonjakan biaya kesehatan dan risiko medis tak terduga.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button