BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun Terbesar Sepanjang Sejarah

Jakarta, Maret.id — Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada 10 April 2026 dengan besaran dividen sebesar Rp346 per saham.
Pembagian dividen tersebut ditopang oleh kinerja keuangan BRI sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp57,132 triliun hingga 31 Desember 2025, sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp56,65 triliun.
Memasuki 2026, kinerja BRI masih menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun atau meningkat 13,7 persen secara tahunan. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,4 persen menjadi Rp1.555 triliun.
“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru,” kata Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
“Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah,” kata Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
Pernyataan itu disampaikan dalam keterangannya pada Senin, 6 Juli 2026.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
“Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” kata Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN.





