75 Persen Kredit Pensiunan Dialihkan ke Kegiatan Usaha

Jakarta, Maret.id — Bank Mandiri Taspen mengalihkan sebagian besar penyaluran kredit pensiunan ke kegiatan produktif sebagai upaya mengubah paradigma pensiun agar nasabah tetap memiliki sumber penghasilan setelah berhenti bekerja.
Division Head Consumer Loan Bank Mandiri Taspen, Erlinda Rusda, mengatakan bank tidak lagi mendorong pensiunan menggunakan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif, melainkan membangun usaha yang bisa menjadi sumber pendapatan.
“Hampir 75 persen yang disalurkan adalah kredit produktif. Jadi mostly mereka mengajukan kredit itu untuk usaha,” ujar Erlinda Rusda, Division Head Consumer Loan Bank Mandiri Taspen.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Media Gathering Bank Mandiri Taspen di Bali, Sabtu, 4 Juli 2026.
Erlinda menjelaskan edukasi kepada calon pensiunan dimulai sebelum memasuki masa pensiun, dan perseroan menyediakan berbagai paket usaha bekerja sama dengan mitra seperti Indogrosir, TIKI, Tahuku dan lainnya agar nasabah memiliki pilihan bisnis dengan modal terjangkau.
Selain akses pembiayaan, para pensiunan mendapat pelatihan kewirausahaan, pendampingan dari sekitar 60 mentor yang tersebar di berbagai daerah, serta akses pasar melalui skema kemitraan.
“Kami mengedukasi nasabah supaya mereka mengajukan kredit bukan untuk konsumtif, tapi bagaimana mereka bisa mengajukan kredit untuk hal-hal yang produktif,” ujar Erlinda Rusda, Division Head Consumer Loan Bank Mandiri Taspen.
Ia menyebut sebagian paket usaha dapat dimulai dengan modal relatif kecil, berkisar sekitar Rp2 juta hingga Rp55 juta, sehingga dinilai realistis bagi pensiunan yang baru memulai usaha.
Department Head Retail, Micro Loan & Recovery, I B Kt Wisnem Mahardika atau Guswis, mengatakan strategi serupa diperkuat melalui penyaluran pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM.
“Bank Mandiri Taspen juga mendukung program pemerintah untuk meningkatkan UMKM. Kami menjadi salah satu penyalur aktif KUR sejak 2019 sampai saat ini,” ujar I B Kt Wisnem Mahardika atau Guswis, Department Head Retail, Micro Loan & Recovery.
Menurut Guswis, KUR Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha yang baru berkembang dengan plafon pinjaman hingga Rp10 juta dan bunga tiga persen per tahun, sedangkan KUR Mikro menyediakan pembiayaan hingga Rp100 juta tanpa agunan tambahan sesuai ketentuan pemerintah.
Sekitar 90 persen portofolio pembiayaan Bank Mandiri Taspen saat ini telah masuk dalam kategori pembiayaan UMKM, termasuk kredit produktif bagi pensiunan yang menjalankan usaha.
Program ini diharapkan membantu pensiunan menjaga kemandirian ekonomi, memperkuat basis usaha mikro dan kecil, serta mendukung upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan dan daya tahan UMKM nasional.





