Ekonomi

Dolar Stabil, Yen Lemah di Tengah Harapan Intervensi Jepang

Jakarta, Maret.id — Yen Jepang mendekati posisi terlemahnya sejak 1986 sehingga memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang akan kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing setelah lonjakan pembelian yen secara tiba‑tiba pekan lalu.

Sejumlah analis menilai potensi intervensi hanya bersifat sementara.

Mereka mengingatkan bahwa selama selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat tetap lebar serta kebijakan fiskal Jepang longgar, tekanan terhadap yen kemungkinan akan berlanjut.

Dolar AS bergerak relatif stabil setelah mencatat kinerja mingguan terburuk sejak April.

Pelemahan dolar dipicu data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan penambahan hanya 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar.

Kondisi itu meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat dan mendorong Indeks Dolar AS (DXY) turun ke 100,86 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan.

Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat kebijakan moneter The Fed yang akan dirilis pada Rabu untuk mencari petunjuk arah suku bunga selanjutnya.

Investor juga akan mencermati apakah pandangan hawkish Ketua The Fed, Jerome Powell, mendapat dukungan dari para pejabat bank sentral lainnya.

Di pasar valuta asing lainnya, euro menguat ke 1,144 dolar AS dan poundsterling naik ke 1,3396 terhadap dolar AS.

Volatilitas mata uang utama diperkirakan akan mempengaruhi pasar keuangan dan perdagangan internasional, serta menambah tekanan pada pembuat kebijakan moneter di berbagai negara.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button