Ekonomi

BNBR dan DEWA Kompak Tertekan, Peluang Valuasi Investor?

Jakarta, Maret.id — Saham BNBR dan DEWA sama-sama terkoreksi pada perdagangan hari ini namun tetap mencatat nilai transaksi yang relatif besar serta menawarkan karakter bisnis dan valuasi yang berbeda.

BNBR merupakan perusahaan investasi dengan portofolio usaha di berbagai sektor strategis. Melalui sejumlah anak usaha, perseroan mengembangkan bisnis manufaktur pipa baja, material konstruksi, komponen otomotif, infrastruktur, energi, serta investasi di sektor kendaraan listrik dan teknologi.

DEWA adalah perusahaan jasa pertambangan yang menyediakan layanan penambangan terintegrasi mulai dari overburden removal, penambangan batu bara dan mineral, pengangkutan, hingga pengelolaan alat berat. Kinerja DEWA sangat terkait dengan aktivitas industri pertambangan nasional, terutama batu bara, dan belanja modal perusahaan tambang.

Data dari IDN Financials menunjukkan bahwa hingga pukul 12.50 WIB, saham BNBR berada di level Rp102 atau turun 2 poin (2 persen) dari penutupan sebelumnya di Rp104. Saham ini dibuka di Rp105, sempat menyentuh Rp105 sebagai tertinggi dan Rp100 sebagai terendah.

Aktivitas perdagangan BNBR tergolong tinggi dengan volume sekitar 4,5 juta lot dan nilai transaksi Rp45,9 miliar melalui 13.987 kali transaksi. Tingginya aktivitas perdagangan menunjukkan saham ini masih menarik perhatian pelaku pasar meskipun mengalami tekanan jual.

Dari sisi fundamental, BNBR tercatat membukukan laba per saham (EPS) sebesar Rp1,54 dengan price to earnings ratio (PER) mencapai 66 kali. PER yang tinggi mengindikasikan harga saham diperdagangkan jauh di atas laba saat ini dan mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi dari investor.

Kapitalisasi pasar BNBR tercatat sekitar Rp17,69 triliun, menjadikannya emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di industrinya dan berada di peringkat ke-102 dari seluruh perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Saham DEWA ditutup pada level Rp314 atau turun 4 poin (1 persen) dari penutupan sebelumnya di Rp318, dengan pergerakan intraday pada rentang Rp310 hingga Rp320 setelah dibuka di Rp318.

Perdagangan saham DEWA mencatat volume sekitar 1,32 juta lot dengan nilai transaksi Rp41,7 miliar dan frekuensi 7.131 kali transaksi, sehingga meski volumenya lebih kecil dibanding BNBR, nilai transaksinya tetap besar dan menunjukkan minat investor yang signifikan.

Secara valuasi, DEWA mencatat EPS Rp112,66 dengan PER hanya tiga kali, sehingga harga saham diperdagangkan sekitar tiga kali laba tahunannya. PER rendah ini sering dipandang sebagai indikator valuasi yang relatif murah walau perlu dianalisis bersama prospek bisnis, kualitas laba, dan kondisi industri pertambangan.

Kapitalisasi pasar DEWA mencapai Rp12,78 triliun dan menempatkannya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di kelompok jasa pertambangan.

Jika dibandingkan, BNBR menawarkan diversifikasi bisnis di berbagai sektor dengan valuasi relatif premium, sedangkan DEWA lebih fokus pada jasa pertambangan dan diperdagangkan dengan valuasi yang lebih rendah.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati perkembangan kinerja keuangan, realisasi ekspansi usaha, serta prospek masing-masing sektor industri sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham BNBR dan DEWA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button