Laba BRI Double Digit Kuartal I 2026, Kredit Rp1.562 Triliun

Jakarta, Maret.id — Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun atau meningkat 13,7 persen secara tahunan (yoy).
Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555 triliun, naik 9,4 persen dibandingkan Triwulan I 2025.
Perbaikan struktur pendanaan terlihat dari pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) yang naik 13,2 persen menjadi Rp1.058,6 triliun dan mendorong rasio CASA menjadi 68,07 persen.
Kondisi tersebut turut menekan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan dana murah dan efisiensi pendanaan didukung oleh lonjakan transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan akan terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengandalkan fundamental yang solid.
“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru,” kata Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangannya, dikutip Selasa, 7 Juli 2026.
Selain kinerja induk usaha, entitas anak BRI sampai akhir Triwulan I 2026 membukukan laba sebesar Rp3,89 triliun yang menyumbang 25,1 persen terhadap laba bersih konsolidasian BRI.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.





