Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut, Dorong Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Program bertajuk Bersama Merajut Asa Kita memberikan dukungan akses bahan baku, pendampingan, dan pemasaran produk rajut kepada penyandang disabilitas yang tergabung dalam Komunitas Fable sehingga dapat bekerja dari rumah sesuai kondisi masing-masing.
Koordinator Komunitas Fable, Elis Juwarsi, mengatakan program itu membantu perajin difabel memperoleh penghasilan yang lebih stabil.
“Dulu kami kesulitan memasarkan hasil kerajinan, namun sekarang kami bisa terus berkarya dan memiliki penghasilan yang lebih tetap serta dipandang dari kemampuan, bukan dari keterbatasan,” ujar Elis Juwarsi, Koordinator Komunitas Fable. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis pada Rabu, 8 Juli 2026.
Saat ini terdapat sekitar 10 anggota Komunitas Fable yang aktif memproduksi berbagai kerajinan rajut.
Selain meningkatkan pendapatan, program tersebut juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya secara mandiri.
Local Hero Kampung Rajut Binong Jati, Eka Rahmat Jaya, menyebut pemberdayaan masyarakat turut dibarengi pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
“Limbah rajut dan botol plastik kami olah kembali menjadi bahan baku maupun produk baru sehingga warga mendapat tambahan penghasilan sekaligus mengurangi sampah,” ujar Eka Rahmat Jaya, Local Hero Kampung Rajut Binong Jati.
Praktik pengelolaan limbah itu menjadi materi pembelajaran bagi sekitar 15 pelajar SMA di Kota Bandung yang mengikuti program GreenBus Pertamina.
Para peserta program belajar merajut, memilah limbah tekstil, hingga menyaksikan proses daur ulang sisa benang menjadi produk bernilai ekonomi.
“Yang paling berkesan buat aku adalah belajar memilah sampah dan melihat bahwa limbah masih bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Yasmin Hasari, Siswa SMAN 12 Bandung.
“Melalui pemberdayaan perajin difabel di Kampung Rajut Binong Jati, kami ingin membuktikan bahwa inklusivitas dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina.
Menurutnya, program TJSL tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.





