Ekonomi

Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Negara Hemat Devisa Rp170 Triliun

Jakarta, Maret.id — Program tersebut menjadi tonggak baru pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB mengenakan baju safari berwarna krem.

Prabowo disambut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, dan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Prabowo menerima penjelasan terkait perjalanan Program Biodiesel B50 yang diluncurkan hari ini.

Hadir pula sejumlah pejabat negara lainnya, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, dan pemutaran video mengenai implementasi biodiesel.

Menteri ESDM menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan Program Mandatori B50 yang mulai diterapkan secara nasional.

Bahlil menyebut B-50 akan meningkatkan nilai tambah industri CPO menjadi Rp23,49 triliun dan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun.

“Jadi dari B-40 ke B-50 kita bisa menahan devisa kita Rp170 triliun. Jadi ini semakin import kita berkurang. Meningkatkan nilai tambah industri CPO dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Presiden bersama Menteri ESDM, Menko Ekonomi, CEO Danantara, dan Dirut Pertamina meresmikan program Biodiesel B50 dengan menekan tombol sirine secara bersamaan.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kamis, 9 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya luncurkan Biodiesel B50,” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar.

Kebijakan yang berlandaskan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah memastikan implementasi B50 telah melalui serangkaian pengujian menyeluruh pada enam sektor pengguna mesin diesel, meliputi otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, hingga kereta api.

Hasil sementara menunjukkan B50 aman digunakan serta memenuhi aspek kinerja dan kompatibilitas pada berbagai aplikasi mesin diesel.

Untuk mendukung transisi menuju B50, pemerintah memberikan masa penyesuaian hingga 30 September 2026 bagi badan usaha BBM untuk menghabiskan stok biodiesel B40.

Selama implementasi berlangsung, Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan guna memastikan kebijakan berjalan efektif sesuai target yang telah ditetapkan.

Penerapan B50 diharapkan memperkuat nilai tambah industri kelapa sawit nasional sekaligus mengurangi kebutuhan impor bahan bakar fosil, sehingga berdampak pada ketahanan energi dan neraca perdagangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button