Ekonomi

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, Indeks STOXX 600 Menguat

Jakarta, Maret.id — Meredanya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat serta pulihnya sentimen di sektor teknologi mendorong investor kembali memburu aset berisiko.

Indeks Euro STOXX 50 ditutup menguat 1,2 persen ke level 6.282, sementara STOXX 600 naik 0,8 persen menjadi 640.

Penguatan pasar Eropa dipimpin oleh saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menyusul tingginya antusiasme investor terhadap pencatatan saham SK Hynix di Amerika Serikat.

Permintaan terhadap American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix dilaporkan mencapai lebih dari tujuh kali jumlah saham yang ditawarkan, memicu optimisme bahwa investasi di sektor pusat data dan AI masih menjanjikan.

Sentimen positif mengangkat saham produsen chip dan penyedia infrastruktur AI di Eropa, dengan ASML, Infineon Technologies, Siemens Energy, dan Siemens mencatat kenaikan signifikan.

Sektor perbankan juga turut menopang reli seiring pulihnya pasar obligasi kawasan Euro dan meredanya harga energi, sementara arus kapal tanker melalui Selat Hormuz tetap berjalan meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung.

Saham Santander, Intesa Sanpaolo, dan UniCredit mencetak kenaikan, dengan UniCredit mendapatkan tambahan sentimen positif dari meningkatnya peluang akuisisi terhadap Commerzbank.

Di Jerman, indeks DAX 40 naik sekitar 0,9 persen ke level 25.118 yang didorong oleh reli saham teknologi serta spekulasi kemungkinan China membuka kembali akses bagi chip Nvidia.

Infineon melonjak lebih dari 4 persen, sedangkan Qiagen melesat lebih dari 10 persen setelah kembali muncul kabar ketertarikan sejumlah perusahaan ekuitas swasta untuk mengakuisisi perusahaan tersebut.

Indeks CAC 40 Prancis menguat 0,9 persen ke 8.327, ditopang oleh sektor semikonduktor, barang mewah, dan keuangan.

STMicroelectronics melesat 7,1 persen setelah menyampaikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang lebih optimistis.

Saham barang mewah seperti Hermès dan LVMH turut menguat, disusul kenaikan saham perbankan seperti Société Générale, BNP Paribas, dan Crédit Agricole.

Berbeda dengan mayoritas bursa Eropa, FTSE 100 Inggris ditutup sedikit melemah akibat tekanan pada saham tertentu dan pelemahan harga minyak.

AstraZeneca anjlok 7,3 persen setelah terapi gen Wainua gagal memenuhi target utama dalam uji klinis tahap akhir, sementara penurunan harga minyak membebani saham energi seperti Shell dan BP.

Momentum penguatan mencerminkan optimisme terhadap prospek investasi di pusat data dan AI, namun analis menekankan bahwa dinamika kebijakan moneter dan risiko geopolitik tetap menjadi faktor penghambat yang dapat mengubah sentimen pasar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button