Ekonomi

Saham Korea Selatan Pimpin Reli Kawasan, Dorong Indeks Asia

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan hari ini setelah Wall Street ditutup menguat pada sesi sebelumnya. Sentimen positif dipicu oleh turunnya harga minyak dan optimisme investor terhadap prospek laba perusahaan, khususnya di sektor teknologi.

Indeks Kospi Korea Selatan menjadi yang berkinerja terbaik di kawasan dengan kenaikan lebih dari 4,6 persen, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq melesat 5,7 persen. Dalam pembaruan perdagangan berikutnya, kenaikan Kospi sempat berada di kisaran 3 persen dan Kosdaq tercatat naik sekitar 2,4 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat sekitar 2,4 persen, sedangkan Topix naik 0,9 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan aliran modal ke saham-saham siklikal dan teknologi di pasar domestik.

Di pasar lain di kawasan, indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,44 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,45 persen, dan CSI 300 China menguat 0,33 persen. Pergerakan ini mengikuti momentum perdagangan global yang lebih luas.

Di Wall Street, Nasdaq Composite naik 1,3 persen, S&P 500 menguat 0,8 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,3 persen. Pasar global mendapat dorongan setelah harga minyak turun menyusul sinyal meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di tengah upaya mediasi oleh Qatar dan Pakistan untuk mendorong kedua negara kembali ke meja perundingan.

Sentimen positif juga didukung oleh optimisme di sektor semikonduktor menjelang pencatatan American Depository Receipt (ADR) SK Hynix di bursa Nasdaq. Saham SK Hynix di pasar domestik sempat melonjak sekitar 5 persen sebelum memangkas kenaikannya menjadi sekitar 0,5 persen, sementara saham Samsung Electronics tercatat naik 2,16 persen.

Pelaku pasar juga menaruh perhatian pada laporan keuangan kuartal II Delta Air Lines yang akan dirilis dan diperkirakan menjadi salah satu penentu arah perdagangan global berikutnya. Laporan maskapai ini diharapkan memberi sinyal perkembangan permintaan perjalanan dan tekanan biaya operasional.

Reli regional ini menunjukkan kombinasi faktor geopolitik yang mereda dan prospek pemulihan sektor teknologi sebagai pendorong aliran modal. Investor regional akan terus memantau data korporasi dan perkembangan geopolitik yang dapat mengubah sentimen pasar dalam jangka pendek.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button