Ekonomi

Saham Eropa Tutup Bervariasi, Teknologi dan Geopolitik Tekan

Jakarta, Maret.id — Pada penutupan perdagangan Jumat 10 Juli 2026 waktu setempat, indeks acuan Euro STOXX 50 terkoreksi 0,3 persen ke level 6.267, sementara STOXX Eropa 600 cenderung stagnan di posisi 641. Secara mingguan, kedua indeks ini masing-masing terpangkas 2,3 persen dan 1,8 persen dari rekor tertinggi yang sempat diraih pekan lalu.

Sektor teknologi yang terkait rantai pasok kecerdasan buatan mengalami tekanan berat seiring munculnya keraguan investor terhadap keberlanjutan imbal hasil investasi infrastruktur AI. Penurunan dipimpin ASML yang merosot 2,1 persen, diikuti Siemens Energy yang melemah 2,6 persen dan Infineon yang susut 1,3 persen.

Sebaliknya, sektor perbankan menjadi penopang utama pasar Eropa seiring penurunan harga minyak dan penguatan obligasi pemerintah zona Euro. Saham bank besar seperti BBVA, Deutsche Bank, dan UniCredit melaju dengan kenaikan masing-masing sekitar 1,5 persen.

Indeks CAC 40 Perancis berhasil menguat tipis 0,1 persen ke level 8.339 pada penutupan. Penguatan didorong oleh melunaknya inflasi tahunan Perancis ke level 1,8 persen pada Juni dari 2,4 persen pada Mei.

Selain itu, pernyataan Donald Trump soal peluang berlanjutnya pembicaraan diplomasi dengan Iran turut menekan harga minyak dunia dan meredakan kekhawatiran terhadap inflasi energi. Kondisi ini memberi angin segar bagi saham perbankan Perancis, dengan Societe Generale naik 1,4 persen dan BNP Paribas menguat 0,9 persen.

Di sektor barang mewah, pergerakan cenderung bervariasi di mana Hermes menguat 1 persen sementara LVMH tergerus 0,6 persen. Di Inggris, indeks FTSE 100 rebound pada penutupan sesi Jumat namun secara mingguan tetap mencatat penurunan 1,7 persen, memutus tren penguatan dua pekan berturut-turut.

Penguatan sesi akhir dipicu lonjakan saham Vodafone hampir 13 persen setelah miliarder Xavier Niel sepakat membeli saham Emirates Telecommunications. Sementara itu, raksasa farmasi AstraZeneca merosot lebih dari 3 persen menyusul kegagalan uji coba obat terbarunya.

Perkembangan pasar mencerminkan pergeseran perhatian investor dari prospek teknologi AI ke faktor makro seperti harga energi dan imbal hasil obligasi. Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau data inflasi, dinamika geopolitik, dan hasil korporasi yang bisa mengarahkan sentimen regional dan global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button