Ekonomi

Rasio Defisit APBN 2026 Capai Rekor karena Belanja Negara

Jakarta, Maret.id — Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengungkapkan bahwa dalam Laporan Semester (Lapsem) I/2026 pemerintah mengakui defisit APBN tahun ini akan lebih lebar dibanding target awal.

Keterangan tertulis Awalil diterima redaksi di Jakarta, Senin 13 Juli 2026.

Menurut outlook pemerintah, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.208,1 triliun pada 2026 atau 101,73 persen dari target APBN.

Angka tersebut meningkat 16,02 persen dibanding realisasi 2025.

“Jika outlook terbukti, maka kinerja pendapatan terbilang cukup baik,” kata Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute.

Sementara itu, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,95 persen dari rencana APBN.

Nilainya juga naik 14,76 persen dibanding realisasi tahun lalu.

Awalil menilai jika proyeksi tersebut terealisasi, maka kenaikan belanja negara pada 2026 akan menjadi yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

Sehingga, defisit APBN 2026 diperkirakan melebar menjadi Rp734,3 triliun dari target semula Rp689,1 triliun.

“Oleh karena kenaikan belanja melebihi pendapatan, maka defisit 2026 diprakirakan mencapai Rp734,3 triliun. Lebih lebar dari rencana APBN yang Rp689,1 triliun, dan rasio atas PDB pun menjadi 2,85 persen dari rencana 2,68 persen. Merupakan rasio tertinggi, kecuali saat pandemi tahun 2020 dan 2021,” kata Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute.

Ia juga membandingkan rasio defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) pada beberapa periode pemerintahan.

Pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, rata-rata rasio defisit tercatat 1,19 persen terhadap PDB.

Sementara pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014-2019), rata-rata rasio defisit meningkat menjadi 2,32 persen sebelum melonjak pada periode kedua akibat pandemi Covid-19.

“Tahun pertama era Prabowo langsung mencapai 2,81 persen, dan diakui Pemerintah akan menjadi 2,85 persen pada 2026,” kata Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute.

Perkiraan defisit yang melebar ini berimplikasi pada tekanan fiskal, ruang belanja prioritas, dan perhatian pelaku pasar.

Rincian outlook dan proyeksi anggaran termuat dalam Laporan Semester I/2026 yang menjadi dasar pemantauan realisasi hingga akhir tahun anggaran.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button