Ekonomi

BRI Dampingi Suhita Lebah Indonesia Dorong Madu Berkelanjutan

Jakarta, Maret.id — Suhita Lebah Indonesia memperkuat kapasitas usaha dan menjaga kualitas produk dari hulu hingga hilir melalui pendampingan yang diberikan oleh BRI.

Perusahaan membangun ekosistem usaha terintegrasi yang dimulai dari kawasan hutan primer di Sumatera hingga proses pengolahan dan pemasaran.

Dalam operasionalnya, Suhita bekerja sama dengan beekeeper dan peneliti di bidang perlebahan serta memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok.

Produk yang dihasilkan mencakup Trigona Honey, Rain Forest Honey, dan Melifera Honey yang dipasarkan melalui kanal offline dan online ke berbagai daerah di Indonesia.

Isnina, Pemilik Suhita Lebah Indonesia, mengatakan sejak berdiri pada 2016 usaha tersebut menerapkan sistem produksi terintegrasi untuk menjaga mutu dan ketelusuran madu.

“Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga. Kami juga mengajak masyarakat di sekitar hutan primer Sumatera untuk ikut serta menjadi beekeeper melalui pelatihan budidaya lebah madu, konservasi tanaman hutan, serta mempertahankan ekosistem alami lebah,” ujar Isnina, Pemilik Suhita Lebah Indonesia.

Pernyataan Isnina tersebut diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.

Untuk menjamin keamanan pangan, pengemasan produk Suhita telah memenuhi standar dan perusahaan mengantongi sejumlah sertifikasi serta izin edar termasuk Nomor Kontrol Veteriner (NKV), izin edar untuk madu murni nektar alami, sertifikasi Halal, HACCP, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal.

Suhita juga mengelola peternakan milik sendiri, bermitra dengan peternak lokal, serta mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan rumah pengemasan berstandar keamanan pangan.

“Kami memiliki farm milik sendiri, farm mitra, dan melibatkan petani serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI,” ujar Isnina, Pemilik Suhita Lebah Indonesia.

Pendampingan usaha Suhita oleh Rumah BUMN BRI Bakauheni dimulai sejak 2021 dan mencakup program pengembangan kapasitas seperti BRIncubator, BRILiaNpreneur, pelatihan daring dan luring, serta partisipasi dalam bazar untuk memperluas akses pasar.

Perusahaan juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI dan layanan QRIS BRI untuk mendukung operasional usaha serta mempermudah transaksi dengan pelanggan.

“Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh, dan melalui Rumah BUMN BRI kami ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button