Pasar Eropa Melemah Tipis, Saham Energi Menopang Indeks

Jakarta, Maret.id — Indeks Euro STOXX 50 turun 0,1 persen ke level 6.264, sementara STOXX Europe 600 melemah 0,1 persen ke posisi 641 karena investor mencermati meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak akibat ancaman timbal balik antara Amerika Serikat dan Iran terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) masih berpotensi menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Sektor perbankan dan teknologi menjadi penekan utama indeks dengan Santander dan Deutsche Bank masing-masing turun lebih dari 1 persen.
Perusahaan teknologi juga melemah, di mana ASML turun 1,8 persen dan Infineon merosot hampir 3 persen di tengah kekhawatiran terhadap prospek industri semikonduktor.
Sebaliknya, reli harga minyak mengangkat saham-saham energi dengan TotalEnergies naik sekitar 3 persen dan ENI menguat 4 persen, yang menjadi penopang utama bursa kawasan.
Di pasar regional, CAC 40 Prancis naik 0,3 persen ke level 8.365 berkat penguatan saham energi dan barang mewah, di mana Hermes naik 0,9 persen dan Kering bertambah 0,7 persen.
Saham Stellantis menguat 1,8 persen setelah melaporkan pengiriman kendaraan kuartal II yang naik sekitar 10 persen secara tahunan menjadi hampir 1,6 juta unit.
Di Jerman, indeks DAX menguat tipis 0,19 persen ke level 25.114,25, sedangkan di Inggris FTSE 100 ditutup relatif datar karena kenaikan saham energi seperti Shell yang naik 2,3 persen dan BP yang melonjak 4,2 persen mampu mengimbangi pelemahan sektor pertambangan, perbankan, dan farmasi.
Investor diperkirakan akan terus memantau perkembangan geopolitik dan data pasar untuk menilai dampak lanjutan terhadap pasokan energi dan arah kebijakan moneter kawasan.





