Ekonomi

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral Tingkatkan Nilai Tambah

Jakarta, Maret.id — Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia naik kelas dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi pemain utama yang berdaulat dalam rantai pasok advanced materials dunia.

Melalui forum industri yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, Danantara mendorong pengolahan kekayaan mineral strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth agar nilai tambahnya dinikmati secara maksimal di dalam negeri.

Langkah nyata ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan critical minerals downstreaming antara MIND ID, PT LEN Industri, PT Krakatau Steel, dan PT Perminas untuk mengoptimalkan pasokan mineral kritis bagi kebutuhan industri strategis, mulai dari kendaraan listrik nasional, penerbangan, pertahanan, hingga energi bersih.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

“Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju.” ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

“Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth.” ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

“Bahan-bahan tersebut menjadi fondasi teknologi masa depan.” ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

“Namun, selama puluhan tahun, kita terlalu sering berhenti pada tahap ekstraksi dan mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga berkali-kali lipat.” ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

Pengembangan sektor pertengahan (middle stream) material maju ini dipandang sebagai bagian vital dari transformasi ekonomi nasional berbasis teknologi tinggi dan penguasaan rantai pasok masa depan.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P Santosa menambahkan bahwa kekuatan sejati Indonesia tidak hanya terletak pada melimpahnya cadangan mineral, melainkan pada kemampuan membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mandiri, serta kompetitif secara global.

“Pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.” ujar Sigit P Santosa, Chief Technology Officer Danantara Indonesia.

“Keunggulan kita bukan hanya pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri bernilai tambah tinggi.” ujar Sigit P Santosa, Chief Technology Officer Danantara Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button