60 Ribu UMKM Masuk Ekosistem MBG, Dorong Akses Pembiayaan

Jakarta, Maret.id — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membentuk ekosistem ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil.
Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Pemerintah mencatat sekitar 60 ribu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) telah terlibat dalam rantai pasok program tersebut, di luar ribuan dapur umum yang menjadi pusat produksi makanan.
Keterlibatan UMKM mencakup penyediaan berbagai kebutuhan mulai dari bahan pangan hingga produk pendukung operasional dapur MBG.
Pemerintah menilai keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi juga menggerakkan usaha masyarakat di daerah.
Maman mengatakan pihaknya bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus mendorong perluasan partisipasi pelaku usaha dalam ekosistem MBG.
“Sekarang angkanya sudah kurang lebih di 60 ribuan usaha mikro dan usaha kecil yang terlibat di dalam ekosistem ini, mensuplai barang, bikin produk A, B, dan C, suplai sayur-sayuran segala macam,” kata Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Jumlah tersebut berada di luar dapur umum MBG yang disebut telah mencapai sekitar 27 ribu unit.
Namun penataan program masih berjalan seiring evaluasi terhadap tata kelola pelaksanaan MBG.
“Tantangannya itu bagaimana usaha-usaha mikro, kecil yang ikut terlibat dalam ekosistem MBG ini kualitas produknya juga harus terus continue dan berjalan,” kata Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
“Jangan sampai ini dijalankan setengah-setengah. Presiden pada posisi itu, agar ekosistemnya betul-betul terbentuk nanti di daerah,” kata Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Evaluasi tata kelola akan menentukan langkah penataan berikutnya agar manfaat ekonomi MBG dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan memperkuat ketahanan usaha mikro dan kecil di tingkat daerah.





