Harga Emas Tertahan Konflik Iran

Jakarta, Maret.id — Harga emas dunia masih bergerak terbatas setelah sempat anjlok hampir 1 persen pada awal perdagangan.
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat investor lebih berhati-hati sehingga menahan penguatan emas, meski data inflasi AS menunjukkan tren yang mulai melandai.
Pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, atau Kamis dini hari WIB, harga emas spot stabil di level 4.057,34 Dolar AS per ons setelah sempat turun hampir 1 persen.
Sementara emas berjangka AS kontrak Agustus ditutup melemah 0,4 persen ke 4.051,80 Dolar AS per ons.
Dari sisi fundamental, emas mendapat dukungan dari data ekonomi AS yang menunjukkan tekanan inflasi mereda.
Indeks Harga Produsen (PPI) pada Juni naik 5,5 persen secara tahunan, lebih rendah dibanding kenaikan 6 persen pada Mei dan di bawah perkiraan pasar sebesar 6,2 persen.
Inflasi inti produsen juga melambat menjadi 4,7 persen, lebih rendah dari proyeksi 5,2 persen.
Melandainya inflasi selama dua hari berturut-turut meningkatkan keyakinan pasar bahwa Federal Reserve tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga.
Ekspektasi kenaikan suku bunga hingga akhir tahun turun dari sekitar 35 basis poin menjadi 22 basis poin.
Namun sentimen positif tersebut tertutup oleh meningkatnya risiko geopolitik yang memicu aksi hati-hati investor.
Pasar masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran setelah Washington melancarkan serangan terbaru dan kembali menerapkan blokade terhadap Teheran, serta muncul ancaman dari Iran untuk mengganggu ekspor energi di kawasan.
Pergerakan logam mulia lainnya variatif; harga perak spot turun 1,8 persen menjadi 57,55 Dolar AS per ons.
Platinum naik 0,9 persen ke 1.646,47 Dolar AS per ons, sedangkan paladium melemah 0,9 persen menjadi 1.293,58 Dolar AS per ons.
Ketidakpastian geopolitik diperkirakan akan terus menjadi faktor penentu di jangka pendek, sementara investor menimbang antara peran safe haven emas dan dampak risiko pasokan energi global.





