TRIS Siapkan Rp15 Miliar untuk Buyback Saham Stabilkan Harga

Jakarta, Maret.id — PT Trisula International Tbk (TRIS) resmi menggelar aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp15 miliar.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar modal dan mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek fundamental bisnis ke depan.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis 16 Juli 2026 disebutkan program buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. Perseroan membidik pembelian kembali maksimal 3 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh atau setara dengan sekitar 94 juta lembar saham.
Anggaran Rp15 miliar yang disiapkan sudah mencakup biaya perantara pedagang efek serta pengeluaran penunjang lainnya. Manajemen menegaskan alokasi dana tersebut tidak akan mengganggu kinerja operasional maupun kapasitas keuangan perseroan.
Mengacu pada laporan keuangan per 31 Maret 2026, agenda buyback diperkirakan tidak memengaruhi pos pendapatan maupun laba tahun berjalan yang tercatat tetap sebesar Rp17,23 miliar. Namun aksi ini akan memicu penyesuaian pada struktur kepemilikan publik karena berkurangnya jumlah saham yang beredar di pasar.
Jumlah saham beredar sebelum buyback tercatat 3.093.211.331 lembar saham. Proyeksi saham beredar setelah buyback menjadi 2.999.211.331 lembar saham.
Penyusutan jumlah saham beredar tersebut berpotensi meningkatkan laba per saham (earning per share/EPS) perseroan dari sebelumnya Rp5,57 menjadi Rp5,75. Perubahan EPS ini dinilai berimplikasi positif bagi pemegang saham jika kondisi pasar mendukung.
Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, menyatakan optimismenya terhadap prospek kinerja perseroan yang terus bergerak positif. Sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, TRIS mencatat pertumbuhan penjualan dua digit pada kuartal I-2026 dengan total penjualan mencapai Rp455,33 miliar, naik 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan penjualan kuartal I-2026 utamanya ditopang oleh kinerja pasar ekspor yang meningkat 17 persen secara tahunan menjadi Rp276,24 miliar. Selain fokus pada program pengelolaan modal lewat buyback, TRIS juga memperkuat lini usaha melalui akuisisi strategis.
Perusahaan mengakuisisi 75 persen kepemilikan saham pada PT Lifestyle Pratama dengan nilai transaksi Rp20 miliar yang diselesaikan melalui skema kompensasi pemotongan piutang (set off) dengan pihak afiliasi, PT Inti Nusa Damai. Karena nilai transaksi tersebut hanya setara dengan 2,38 persen dari total ekuitas perseroan, aksi korporasi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material sehingga tidak memerlukan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Manajemen berharap kombinasi antara penguatan nilai saham lewat buyback serta perluasan kapabilitas usaha melalui akuisisi dapat memberikan nilai tambah optimal bagi seluruh pemegang saham.





