60 Persen Gas Blok Masela untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Jakarta, Maret.id — Pemerintah memastikan mayoritas produksi gas dari Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto saat peresmian groundbreaking PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Proyek senilai 21 miliar dolar AS itu akan langsung memasuki tahap konstruksi setelah groundbreaking, diawali dengan pengembangan sumur serta pembangunan fasilitas pendukung seperti pelabuhan, dermaga, dan kegiatan engineering, procurement, and construction (EPC).
Bahlil memproyeksikan Blok Masela mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, setara 120 MM, serta 35 ribu barel kondensat per hari untuk mendongkrak lifting migas nasional.
Pemerintah telah menetapkan skema alokasi 60 persen produksi gas dari Blok Masela untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan sisanya dapat dipasarkan ke luar negeri.
“Dan saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan, Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor…” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dari 60 persen pasokan tersebut, akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi termasuk penyediaan bahan baku bagi industri pupuk.
Selain itu, gas juga akan dialokasikan kepada PT PLN, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah perusahaan swasta guna meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.
Proyek Abadi Masela diperkirakan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan dengan proyeksi penerimaan negara langsung sekitar 37,8 miliar dolar AS serta distribusi pajak tidak langsung sekitar 6,43 miliar dolar AS selama masa konstruksi dan operasi.





