Ekonomi

Airlangga Optimis AI Dorong Ekonomi RI 300 Miliar Dolar AS

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Pernyataan itu disampaikan setelah Indonesia bersama perwakilan dari sekitar 30 negara resmi menandatangani dokumen pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dalam rangkaian Konferensi World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.

Airlangga menekankan bahwa teknologi AI memiliki cakupan pemanfaatan yang sangat luas dan dapat diterapkan di berbagai sektor strategis. “Bagi negara-negara seperti Indonesia, tentu saja penerapan AI dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian (pertanian modern), transisi energi, kemudian untuk energi terbarukan, serta mengembangkan banyak sektor digital termasuk sektor kesehatan,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Ia mengungkapkan nilai ekonomi digital Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 13 miliar Dolar AS dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 300 miliar Dolar AS. “Saya rasa saat ini ekonomi digital Indonesia bernilai 13 miliar Dolar AS dan kita sedang menuju 300 miliar Dolar AS, di mana jumlah tersebut akan berlipat ganda dengan adanya AI,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurut Airlangga, agar pengembangan AI dapat berjalan optimal, Indonesia harus didukung oleh infrastruktur digital yang memadai, khususnya pusat data (data center) sebagai fondasi penting bagi ekosistem AI nasional.

Pemerintah berkomitmen memperkuat kesiapan infrastruktur digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang AI, serta memperluas kerja sama internasional guna mempercepat transformasi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembentukan WAICO dinilai sebagai langkah kolaboratif global yang dapat mempercepat adopsi teknologi AI dan membuka peluang investasi serta transfer pengetahuan bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button