Indonesia Gabung WAICO Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah manfaat bagi Indonesia setelah resmi menjadi anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia dalam organisasi internasional itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar negara berperan aktif dalam penyusunan tata kelola kecerdasan buatan di tingkat global.
“Pertama, Indonesia bergabung dalam WAICO ini juga arahan Bapak Presiden agar Indonesia berperan aktif di dalam pengelolaan tata kelola AI,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga menyampaikan hal itu dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 17 Juli 2026.
“Indonesia sangat peduli terhadap perkembangan AI yang sifatnya inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh sebuah kekuatan tertentu. Ini agar bermanfaat di dalam negeri,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga menjelaskan WAICO dibentuk dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dalam pembentukan tersebut Sekretaris Jenderal PBB António Guterres turut hadir.
“WAICO ini dibentuk dalam framework United Nations. Oleh karena itu, dalam kerangka UN, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres hadir. Tentu bagi Indonesia ini akan bermanfaat agar pengembangan AI itu sejalan secara global,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Dia menilai keanggotaan pendiri akan mempercepat pengembangan ekonomi digital nasional karena AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi Indonesia.
“AI mempunyai potensi untuk menyumbang pendapatan bagi Indonesia. Business as usual di tahun 2030 sekitar 400 miliar Dolar AS. Tetapi dengan diimplementasikannya digital economy framework, nilainya bisa meningkat menjadi 2 triliun Dolar AS,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Sebagai contoh implementasi ekonomi digital, Airlangga menyinggung sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS yang kini telah digunakan di sejumlah negara ASEAN dan mulai dapat dipakai di Korea Selatan serta Jepang.
“Dengan menjadi founder organisasi ini, kita mempunyai akses pertama terhadap seluruh pembicaraan mengenai perkembangan AI itu sendiri,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.





