Wall Street Anjlok, Saham Chip Tekan Indeks Utama

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, di zona merah dan mencatat pelemahan sepanjang pekan.
Indeks S&P 500 turun 1,01 persen ke 7.457,69, Nasdaq Composite melemah 1,4 persen ke 25.520,24, dan Dow Jones Industrial Average kehilangan 406,55 poin atau 0,77 persen menjadi 52.146,42.
Secara mingguan, S&P 500 turun 1,6 persen, Nasdaq merosot 2,9 persen, dan Dow Jones melemah 0,9 persen.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham chip, dengan ETF VanEck Semiconductor (SMH) turun lebih dari 4 persen pada perdagangan Jumat dan merosot lebih dari 17 persen sepanjang bulan ini.
Saham seperti Applied Materials, Lam Research, Intel, KLA, dan Arm Holdings masing-masing jatuh sekitar 4 persen, sementara Nvidia dan Micron Technology terkoreksi lebih dari 2 persen.
Sentimen negatif juga terpicu oleh peluncuran model AI terbaru dari perusahaan rintisan asal China, Moonshot AI, yang diklaim memiliki kemampuan setara dengan model unggulan milik OpenAI dan Anthropic.
Di luar sektor teknologi, saham Netflix menjadi sorotan setelah anjlok lebih dari 7 persen karena proyeksi perusahaan dinilai belum cukup meyakinkan untuk meredam kekhawatiran perlambatan pertumbuhan pelanggan dan bisnis.
Faktor geopolitik turut membebani pasar, di mana eskalasi ketegangan antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga minyak setelah gangguan di Selat Hormuz meningkat.
Kombinasi tekanan sektor teknologi, ketidakpastian geopolitik, dan sentimen investor yang terguncang menekan selera risiko dan meredam penguatan pasar ekuitas global.





