Ekonomi

Iskandar Kunaefi Dirut PT Pos Indonesia, Fokus Efisiensi

Jakarta, Maret.id — PT Pos Indonesia (Persero) merombak jajaran direksi menyusul pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph yang efektif berlaku sejak 30 Juni 2026.

Keputusan tersebut ditetapkan oleh pemegang saham PT Pos Indonesia, yakni Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara sebagai pemegang saham Seri A Dwiwarna dan PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham Seri B.

Melalui keputusan yang ditetapkan pada 15 Juli 2026, M. Iskandar Kunaefi resmi menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan pelat merah tersebut.

Iskandar diketahui pernah menjabat Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat, pengelola klub sepak bola Persib Bandung, sebelum mengundurkan diri pada penghujung 2024.

Sebelumnya Iskandar juga berkiprah di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (Jakpro) sebagai anggota Komite Investasi serta Komite Nominasi dan Remunerasi.

Selain pergantian pucuk pimpinan, pemegang saham melakukan penataan organisasi dengan memisahkan fungsi keuangan dan manajemen risiko yang sebelumnya berada dalam satu direktorat.

Perubahan struktural itu memecah jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi dua posisi terpisah, yakni Direktur Keuangan dan Direktur Manajemen Risiko.

Fathul Anwar yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko kini ditetapkan sebagai Direktur Keuangan.

Posisi Direktur Manajemen Risiko dipercayakan kepada Rosmanidar Zulkifli.

Susunan direksi PT Pos Indonesia kini terdiri atas Direktur Utama: M. Iskandar Kunaefi; Direktur Keuangan: Fathul Anwar; dan Direktur Manajemen Risiko: Rosmanidar Zulkifli.

Langkah penataan dan pemisahan fungsi diharapkan memperkuat tata kelola, akuntabilitas keuangan, dan pengawasan manajemen risiko di perusahaan.

Perubahan ini akan menjadi acuan operasional dan pengawasan pemegang saham dalam periode mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button