Ekonomi

Wall Street Terkoreksi oleh Konflik Timur Tengah dan Minyak

Jakarta, Maret.id — Wall Street bergerak negatif seiring dengan meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada penutupan perdagangan Senin, 20 Juli 2026, indeks S&P 500 turun 0,19 persen ke level 7.443,28.

Dow Jones Industrial Average melemah 307,16 poin atau 0,59 persen menjadi 51.839,26.

Nasdaq Composite terkoreksi 0,05 persen ke 25.508,07.

Penurunan lebih dari 2 persen pada saham Apple menjadi salah satu faktor yang membebani kinerja Dow Jones.

Sentimen pasar sempat membaik setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan adanya pembicaraan lewat pihak ketiga.

“Komunikasi melalui pihak perantara masih berlangsung dan peluang penyelesaian diplomatik tetap terbuka…” ujar Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Optimisme itu memudar setelah Presiden Donald Trump menegaskan respons keras atas insiden yang menewaskan tiga personel militer AS.

“Iran akan ‘membayar berkali-kali lipat’ atas tewasnya tiga personel militer AS…” ujar Presiden Donald Trump.

Di tengah tekanan pasar, saham-saham sektor semikonduktor menunjukkan pemulihan dari pelemahan pekan lalu.

Micron Technology naik hampir 2 persen, Astera Labs menguat 1,9 persen, Teradyne melonjak 3,5 persen, dan Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6 persen, sementara ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) ditutup sedikit lebih tinggi.

Di luar sektor chip, beberapa saham mencatat pergerakan signifikan karena berita korporasi dan sentimen aset kripto.

Archer Aviation melonjak hampir 20 persen setelah mengumumkan pengembangan pesawat hibrida listrik bersama Anduril dan menargetkan layanan taksi udara beroperasi pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Saham perusahaan kripto seperti Galaxy Digital, Strategy, dan Circle juga menguat seiring harga Bitcoin yang sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Intel menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan gelombang baru pemutusan hubungan kerja sebagai bagian dari restrukturisasi menjelang laporan keuangan kuartal II 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button