Perbankan Catat Kredit Tertinggi Sejak 2024, Dorong Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Laju penyaluran kredit perbankan nasional melesat ke level 12,67 persen secara tahunan (YoY) pada Juni 2026, meningkat dari pencapaian Mei sebesar 11,51 persen.
Angka ini menandai pertumbuhan kredit tercepat dalam dua tahun terakhir sejak April 2024.
Capaian tersebut disokong oleh lonjakan tajam pada kredit investasi yang tumbuh 24,90 persen YoY, sementara kredit modal kerja mencatat pertumbuhan 8,94 persen dan kredit konsumsi naik 5,75 persen.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, daya tahan industri perbankan nasional tetap terjaga berkat kecukupan modal, likuiditas yang memadai, serta risiko kredit yang terkendali.
Bank Indonesia optimistis target pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 8 persen hingga 12 persen akan tercapai.
Keyakinan tersebut didukung oleh besarnya fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed loan) senilai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari total plafon, serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat sebesar 10,21 persen YoY dan iklim suku bunga yang tetap mendukung.
Dari sisi likuiditas, rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) tercatat aman di posisi 23,08 persen.
Rata-rata suku bunga kredit saat ini berada pada 8,81 persen, sedangkan suku bunga deposito berjangka satu bulan tercatat 4,76 persen.
Pertumbuhan kredit investasi yang kuat dipandang mampu mendorong perluasan kegiatan usaha dan mendukung pemulihan ekonomi domestik, meskipun pelaku pasar dan regulator diingatkan untuk terus mewaspadai potensi risiko.





