Ekonomi

HKTI Pengurus Baru Percepat Hilirisasi dan Petani Modern

Jakarta, Maret.id — Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pengusaha Tani Indonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2026–2031 mulai menyiapkan sejumlah program strategis usai dikukuhkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HKTI 2026 di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Kepengurusan yang dipimpin Yasir Machmud menempatkan penguatan kelembagaan petani, hilirisasi produk pertanian, serta pengembangan kewirausahaan sebagai agenda utama untuk mendukung kemandirian pangan nasional.

Rakernas HKTI 2026 mengusung semangat “Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera” dengan fokus mendorong lahirnya petani modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing sektor pertanian Indonesia.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa. Karena itu, Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus hadir sebagai organisasi yang mampu memperkuat kapasitas petani, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru di sektor pertanian. Ketika petani kuat, maka pangan kita akan mandiri dan kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat,” ujar Yasir Machmud, Ketua DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta dan dikutip pada Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Yasir, potensi besar sumber daya alam Indonesia harus didukung pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola organisasi yang kuat agar sektor pertanian mampu bersaing di tingkat global.

“Kami ingin menjadikan Pengusaha Tani Indonesia HKTI sebagai rumah besar bagi petani dan pelaku usaha pertanian untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang maju. Amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 harus menjadi pijakan dalam membangun ekonomi nasional yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” ujar Yasir Machmud, Ketua DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI.

Sebagai tindak lanjut Rakernas, DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI merumuskan program prioritas antara lain percepatan hilirisasi hasil pertanian, penerapan teknologi dan otomatisasi budidaya, serta perluasan akses pasar untuk meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.

Kepengurusan DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI periode 2026–2031 yang diketuai Yasir Machmud dikukuhkan oleh Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum HKTI Pusat, Dr. Sudaryono, dalam pelantikan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Agenda kerja yang dirumuskan dinilai strategis untuk memperkuat kapasitas petani, menambah nilai produk pertanian, dan mendorong kemandirian pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah persaingan pasar global.

HKTI menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani untuk mengimplementasikan program secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button