Ekonomi

KUII VIII: MUI Dorong Gagasan Ekonomi Syariah Nasional

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengusulkan pembentukan Danantara Syariah Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah dan mengangkat harkat serta martabat perekonomian umat.

Usulan itu disampaikan saat pidato pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.

“Sebagai negara yang mayoritas Muslim, tetapi pelaksanaan dari ekonomi syariah ini belum seperti yang kita harapkan. Bahkan ada konsep dari kami untuk lahirnya sebuah Danantara Syariah Indonesia,” ujar Kiai Anwar, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kiai Anwar berharap usulan tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan, khususnya pemerintah, demi pengelolaan ekonomi berbasis syariah yang lebih terstruktur dan maksimal.

Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi syariah bukan sekadar penerapan prinsip-prinsip religius, tetapi harus berwujud pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta konsolidasi potensi agar menjadi pilar ekonomi nasional.

“Agar menjadi bagian dari kekuatan untuk mengangkat harkat dan martabat ekonomi umat di Negara Republik Indonesia,” ujar Kiai Anwar, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Melalui KUII VIII, usulan penguatan ekonomi syariah diharapkan menjadi fokus utama dalam perumusan arah strategis keumatan ke depan.

Rangkaian pembukaan acara turut diwarnai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MUI dan 16 Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Kongres kali ini melibatkan sekitar 87 organisasi kemasyarakatan Islam yang bernaung di bawah MUI untuk membahas agenda strategis terkait isu keumatan dan kebangsaan.

Kiai Anwar menegaskan bahwa KUII VIII bukan sekadar forum silaturahmi antarorganisasi Islam, melainkan sarana merumuskan pemikiran dan masukan strategis bagi pemerintah.

Hadir dalam acara sejumlah tokoh nasional, pejabat tinggi negara, jajaran ulama dan pimpinan MUI, serta duta besar dari negara-negara sahabat.

Penguatan inisiatif ekonomi syariah ini diharapkan memberi arah konkret bagi pengelolaan ekonomi umat dan turut meningkatkan daya saing nasional dalam kerangka perekonomian yang inklusif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button