Ekonomi

BRI Peduli

Jakarta, Maret.id — Penanaman mangrove dan cemara laut dilaksanakan di kawasan pesisir Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan melibatkan Kelompok Tani dan Nelayan Cemara Laut.

Program ini bertujuan memulihkan kawasan pesisir yang mengalami abrasi serta membangun benteng alami untuk mencegah erosi, gelombang pasang, dan intrusi air laut.

Upaya ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang mendukung target iklim nasional dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Kegiatan penanaman diharapkan turut menjaga dan meningkatkan keberlanjutan mata pencaharian nelayan serta petambak lokal melalui keterlibatan langsung dalam penanaman dan pemeliharaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BRI Menanam – Grow & Green yang digagas oleh BRI Peduli, di mana tercatat sebanyak 99.500 pohon mangrove dan cemara laut telah ditanam di wilayah Muara Gembong, Tuban, Rote Ndao, dan Tanjung Pakis Karawang.

Secara keseluruhan, program tersebut tercatat memberi potensi penurunan emisi karbon sebesar 55.84 Ton/ 55.84661 kg sekaligus mempertegas komitmen BRI dalam menerapkan prinsip ESG serta kontribusi nyata bagi pemulihan ekosistem pesisir.

“Kolaborasi dengan BRI memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir secara gotong royong,” ujar Atam, Ketua Kelompok Tani Cemara Laut Karawang.

“Melalui program BRI Peduli – Grow & Green, kelompoknya tidak hanya memperoleh dukungan dalam kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga semakin termotivasi untuk terus merawat mangrove yang telah ditanam,” ujar Atam, Ketua Kelompok Tani Cemara Laut Karawang.

Bagi Atam, keberadaan mangrove lebih dari sekadar tanaman di tepi pantai karena berfungsi sebagai pelindung yang mengurangi abrasi, meredam gelombang, dan menjadi habitat bagi biota pesisir.

“Saya tinggal di sini sudah cukup lama. Dahulu ombaknya masih terasa kecil. Semakin ke sini, semakin dekat dan semakin besar. Jadi bagi kami mangrove itu penting karena mencegah abrasi di sepanjang pesisir pantai, meredam gelombang laut, dan menjaga biota laut,” ujar Atam, Ketua Kelompok Tani Cemara Laut Karawang.

Pernyataan itu dikutip Senin 27 Juli 2026.

Atam menambahkan bahwa program tidak hanya menanam tetapi juga memperkuat semangat kolektif masyarakat untuk merawat lingkungan pesisir demi warisan yang lebih hijau bagi generasi mendatang.

Dhanny, Corporate Secretary BRI, menyatakan bahwa perseroan konsisten mendukung pelestarian pesisir untuk mengembalikan habitat hutan mangrove di Tanah Air.

“Hutan mangrove bertindak sebagai benteng alami kawasan pesisir yang efektif mencegah abrasi pantai, menahan gelombang pasang, dan menanggulangi intrusi air laut,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

“Program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman semata, namun juga terdapat monitoring dan pengawasan demi hasil maksimal dan berkelanjutan,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

“Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat, harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button