Piala Dunia Dorong Omzet, Coca

Jakarta, Maret.id — Coca-Cola berhasil mencatat kinerja kuartal II 2026 yang melampaui perkiraan analis dan menaikkan proyeksi kinerja tahunan perusahaan.
Kenaikan permintaan terhadap berbagai produk minuman sejalan dengan momentum Piala Dunia 2026 sehingga mendorong optimisme manajemen.
Sentimen positif langsung tercermin pada pasar modal, dengan saham Coca-Cola melonjak sekitar 5 persen pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam sebuah wawancara, CEO Coca-Cola Henrique Braun menyatakan bahwa Piala Dunia menjadi ajang penting untuk memperkuat merek-merek perusahaan di mata konsumen.
Pernyataan tersebut dikutip Rabu, 29 Juli 2026.
“Selama Piala Dunia, kami benar-benar memiliki kesempatan besar untuk menonjolkan merek-merek kami,” kata Henrique Braun, CEO Coca-Cola.
“Saat jeda hidrasi dalam pertandingan, Powerade hadir di sana,” kata Henrique Braun, CEO Coca-Cola.
Perusahaan kini memperkirakan pertumbuhan laba per saham (earnings per share/EPS) yang sebanding sebesar 9-10 persen, naik dari proyeksi sebelumnya 8-9 persen.
Coca-Cola juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan organik sekitar 5 persen, berada di batas atas kisaran proyeksi sebelumnya sebesar 4-5 persen.
Kinerja kuartal II melampaui estimasi analis, dengan laba per saham yang disesuaikan mencapai 97 sen AS versus estimasi 93 sen AS.
Pendapatan kuartal tersebut naik menjadi 13,38 miliar Dolar AS, melampaui perkiraan 13,16 miliar Dolar AS, sementara laba bersih meningkat menjadi 4,43 miliar Dolar AS dari 3,81 miliar Dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Manajemen mengakui tantangan kondisi ekonomi global, namun menilai permintaan terhadap produk perusahaan tetap kuat.
“Perekonomian masih kuat di banyak negara, tetapi banyak konsumen menghadapi tekanan inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan tantangan ekonomi,” kata Henrique Braun, CEO Coca-Cola.
“Mereka kini lebih mempertimbangkan cara berbelanja, apa yang mereka hargai, dan produk apa yang ingin mereka masukkan ke keranjang belanja,” kata Henrique Braun, CEO Coca-Cola.
Selama kuartal II, volume penjualan global Coca-Cola tumbuh sekitar 5 persen, dengan seluruh wilayah operasional mencatat kenaikan.
Merek Coca-Cola mencatat kenaikan volume sekitar 5 persen, tertinggi dalam 17 tahun di luar masa pandemi, sementara Powerade naik sekitar 8 persen berkat kampanye Piala Dunia.
Coca-Cola Zero Sugar mencatat pertumbuhan volume sekitar 16 persen, dan Diet Coke meningkat sekitar 7 persen.
Kenaikan pangsa pasar dan perbaikan prospek tahunan memberi sinyal positif bagi investor dan menggambarkan daya saing kuat perusahaan di pasar minuman global.





