Ekonomi

Nilai Transaksi BUMI dan DEWA Tembus Ratusan Miliar Rupiah

Jakarta, Maret.id — Pergerakan saham dua emiten pertambangan di bawah naungan Group Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menunjukkan dinamika perdagangan sangat aktif pada sesi pertama, Rabu siang, 29 Juli 2026.

Sebagai bagian dari konglomerat yang sama, BUMI berperan sebagai produsen batu bara utama dan DEWA beroperasi sebagai kontraktor jasa pertambangan yang sering bersinergi dalam ekosistem bisnis kelompok usaha tersebut.

Berdasarkan data perdagangan Bursa hingga pukul 12.40 WIB, saham DEWA tercatat pada level 444 per saham dan bergerak antara batas bawah 432 serta batas atas 462 selama sesi pertama.

Total volume transaksi DEWA mencapai 887.525.800 saham dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp396,77 miliar melalui 36.255 kali frekuensi perdagangan.

Nilai kapitalisasi pasar DEWA tercatat sekitar Rp40,68 triliun dengan transaksi di pasar negosiasi sebesar 419.600 saham.

Sementara itu, induk usahanya, BUMI, mencatat aktivitas perdagangan yang jauh lebih padat hingga pukul 12.31 WIB, dengan harga saham pada posisi 165 per saham setelah bergerak di antara 157 dan 169.

Perputaran volume BUMI mencapai 2,62 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp425,71 miliar dan frekuensi perdagangan 43.870 kali, mencerminkan likuiditas yang tinggi di pasar reguler.

Kapitalisasi pasar BUMI berada di level Rp371,33 triliun dengan transaksi pasar negosiasi sebesar 18,56 juta saham.

Secara keseluruhan, BUMI unggul dari segi kapitalisasi pasar, nilai transaksi harian, dan tingkat likuiditas perdagangan, sementara DEWA diperdagangkan pada harga per saham yang lebih tinggi dengan rentang fluktuasi harian yang relatif lebar.

Dominasi saham-saham Group Bakrie tercermin dalam jajaran transaksi terbesar di bursa pada sesi I hari ini, menempatkan kedua emiten tersebut sebagai fokus pergerakan investor pada perdagangan siang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button