Saham Microsoft Naik 8% Usai Laba Lampaui Ekspektasi

Jakarta, Maret.id — Saham Microsoft melesat sekitar 8 persen setelah perusahaan merilis laporan kuartal IV tahun fiskal 2026 yang jauh melampaui perkiraan analis.
Pada Kamis, 30 Juli 2026, Microsoft mencatat pendapatan sebesar 90,01 miliar Dolar AS, melebihi estimasi analis yang sebesar 87,62 miliar Dolar AS.
Laba bersih perusahaan juga naik menjadi 35,77 miliar Dolar AS, didorong oleh kuatnya pertumbuhan bisnis cloud Azure serta keuntungan dari investasi di perusahaan AI, Anthropic.
Pendorong utama kinerja perusahaan berasal dari Azure, yang pendapatannya tumbuh 43 persen dibandingkan tahun lalu.
Untuk pertama kalinya Azure mencatatkan pendapatan tahunan di atas 100 miliar Dolar AS, dan Microsoft memperkirakan pertumbuhan layanan cloud ini akan tetap kuat pada kuartal berikutnya.
Minat terhadap layanan kecerdasan buatan turut mengerek kinerja, dengan jumlah pelanggan berbayar Microsoft 365 Copilot kini melampaui 30 juta, naik signifikan dari sekitar 20 juta pada April lalu.
Sementara itu, GitHub Copilot dilaporkan telah digunakan oleh sekitar 50 juta pengguna, menandai adopsi luas produk AI di ekosistem pengembang.
Meski demikian, tidak semua lini bisnis mencatat hasil positif karena divisi yang membawahi Windows, Surface, Bing, dan Xbox mengalami penurunan pendapatan.
Penjualan lisensi Windows ke produsen komputer turun 7 persen, sedangkan pendapatan Xbox menyusut 10 persen seiring lesunya pasar PC dan langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan.
Di tengah besarnya permintaan AI, Microsoft menegaskan akan terus menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur pendukung.
Belanja modal perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 175 miliar Dolar AS pada tahun fiskal 2026 dan diproyeksikan meningkat pada tahun berikutnya.
Microsoft juga memberikan proyeksi pendapatan kuartal berikutnya yang lebih tinggi dari perkiraan pasar, yang turut menjadi salah satu pemicu reli saham setelah tekanan yang sempat muncul sepanjang tahun.
Prospek tersebut memperkuat posisi Microsoft dalam persaingan global di sektor kecerdasan buatan dan mempengaruhi sentimen investor di pasar teknologi.
Investor kini mengamati keseimbangan antara ekspansi besar-besaran ke infrastruktur AI dan tantangan pada lini produk tradisional perusahaan.





