Ekonomi

ESSA dan TPIA Ramai di Sesi I, Pergerakan Harga dan Volume

Jakarta, Maret.id — Dua saham sektor energi dan petrokimia, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), mencatat aktivitas perdagangan tinggi pada Selasa siang, 11 Agustus 2026.

Dari sisi nilai transaksi, TPIA tampak jauh lebih dominan.

Berdasarkan data bursa, hingga pukul 14.41 WIB, saham ESSA diperdagangkan di level Rp685, dengan harga tertinggi Rp695 dan terendah Rp665 sepanjang sesi.

Rentang pergerakan ESSA mencapai Rp30 atau sekitar 4,4 persen dari posisi terendah ke tertinggi, dan pada level Rp685 harga berada lebih dekat ke batas atas.

Aktivitas transaksi ESSA tercatat tinggi; hingga pukul 14.41 WIB volume mencapai 125,19 juta saham dengan nilai transaksi Rp85,33 miliar dan frekuensi 13.001 kali.

Saham ESSA sebelumnya menarik perhatian investor setelah membagikan dividen pada Juni 2026 sebesar sekitar Rp895,8 miliar atau Rp52 per saham.

Sementara itu, hingga pukul 14.42 WIB saham TPIA berada di level Rp2.120 dengan rentang harian Rp2.060 hingga Rp2.150.

Rentang pergerakan TPIA mencapai Rp90 atau sekitar 4,4 persen dari terendah ke tertinggi.

Namun perbedaan signifikan terlihat pada likuiditas; hingga pukul 14.42 WIB volume perdagangan TPIA mencapai 246,43 juta saham dengan nilai transaksi Rp516,35 miliar dan frekuensi 38.448 kali.

Dengan nilai transaksi Rp516,35 miliar, aktivitas perdagangan TPIA sekitar enam kali lebih besar dibanding ESSA yang mencapai Rp85,33 miliar, sedangkan dari sisi volume TPIA sekitar dua kali lipat dan frekuensi hampir tiga kali lebih tinggi.

Secara persentase ruang pergerakan harga kedua saham relatif seimbang sekitar 4,4 persen.

Secara bisnis, ESSA memiliki eksposur utama pada energi dan petrokimia, sedangkan TPIA merupakan salah satu pemain utama di industri petrokimia nasional.

Data perdagangan hingga menjelang penutupan menunjukkan ESSA tetap menarik bagi investor karena sentimen dividen, sementara TPIA lebih dominan dari sisi likuiditas dan nilai dana yang berpindah tangan.

Perbedaan penggerak harga mencerminkan karakter masing-masing emiten meski keduanya berkaitan erat dengan sektor energi dan industri kimia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button