Danantara Tuntut Adhi Karya Selesaikan LRT City Amankan Dana

Jakarta, Maret.id — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, meminta PT Adhi Karya (Persero) Tbk memperkuat komunikasi untuk menyelesaikan berbagai keluhan masyarakat terkait pengembangan LRT City.
Rapat bersama jajaran Direksi PT Adhi Karya digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, untuk membahas perkembangan proyek dan sejumlah aduan warga.
“Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan,” ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara.
Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi BP BUMN pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pertemuan itu merupakan bagian dari upaya BP BUMN dan Danantara memastikan persoalan yang dirasakan masyarakat mendapat perhatian dan tindak lanjut.
PT Adhi Karya juga didorong memperkuat dialog dengan penghuni dan pemangku kepentingan terkait agar penanganan keluhan lebih transparan dan terkoordinasi.
BP BUMN dan Danantara menekankan perlunya pengelolaan kawasan yang bertanggung jawab serta pemenuhan hak-hak masyarakat di sekitar proyek.
“Pembangunan tidak hanya perlu diselesaikan secara fisik, tetapi juga harus memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi masyarakat,” ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara.
Pada akhir Juli 2018, PT Adhi Karya melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel menggagas pembangunan hunian vertikal bernama LRT City.
PT Adhi Commuter Properti (ADCP), anak usaha Adhi Karya, ditunjuk sebagai pengembang untuk hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi LRT.
Total nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sekitar Rp24,2 triliun.
Dalam penyediaan lahan, ADCP bekerja sama dengan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) untuk pengembangan di lokasi yang berdekatan dengan jaringan LRT Jabodetabek.
LRT City Bekasi (Eastern Green) dikembangkan di lahan seluas 16,9 hektare.
LRT City Sentul (Royal Sentul Park) dibangun di area seluas 14,8 hektare.
LRT City Jaticempaka (Gateway Park) dikembangkan pada lahan seluas 5 hektare.
LRT City Cikoko meliputi area seluas 1,2 hektare.
LRT City Ciracas (Urban Signature) dibangun pada lahan seluas 11,5 hektare.
Terkini, ada laporan bahwa tiga proyek LRT menghadapi masalah dan mengalami kondisi mangkrak.
BP BUMN meminta penanganan cepat untuk mengembalikan kepercayaan penghuni, menjaga keselamatan publik, dan memastikan kelanjutan investasi di kawasan tersebut.





