GOTO Bantah Didepak MSCI, Sebut Teknis dan Dampak Terbatas

Jakarta, Maret.id — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menanggapi keputusan MSCI yang mengeluarkan saham perseroan dari indeks MSCI pada peninjauan Agustus 2026.
“Kami mencermati keputusan MSCI terkait perlakuan terhadap saham GoTo dalam indeks ekuitas mereka, dan kami menyadari bahwa hal ini merupakan kabar yang kurang menggembirakan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Audrey Petriny, Head of Corporate Affairs GoTo.
Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026.
“Keputusan tersebut bersifat teknis. Hal ini disebabkan oleh posisi harga saham kami yang berada di batas bawah (floor price) Rp50 dengan volume perdagangan yang rendah; keputusan ini bukan merupakan akibat dari kinerja bisnis,” ujar Audrey Petriny, Head of Corporate Affairs GoTo.
“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Audrey Petriny, Head of Corporate Affairs GoTo.
Manajemen GOTO menegaskan kinerja keuangan perusahaan menunjukkan perbaikan, dengan laba bersih sebesar Rp607 miliar dan pendapatan bersih Rp10,99 triliun sepanjang semester I-2026, berbalik dari rugi Rp580 miliar pada semester I-2025.
Dalam MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review, MSCI mencatat ada dua saham Indonesia yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan salah satunya adalah saham GOTO.
MSCI menjelaskan masalah utama berkaitan dengan likuiditas saham GOTO yang relatif rendah karena saham tersebut diperdagangkan pada harga perdagangan minimum Rp50 sejak penutupan 13 Mei 2026, dan menyatakan langkah itu diambil karena potensi kesulitan dalam replikasi indeks.
“Perlakuan ini dilakukan karena adanya potensi masalah dalam replikasi indeks,” ujar MSCI, penyusun indeks global.
Perubahan komposisi indeks terkait akan berlaku pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada 31 Agustus 2026 dan efektif mulai 1 September 2026.
Pengeluaran saham dari indeks berpotensi mendorong penyesuaian portofolio oleh reksa dana dan ETF global yang mengikuti MSCI, serta menambah tekanan likuiditas pada saham yang bersangkutan dalam jangka pendek.





