Ekonomi

Harga Logam Mulia Terkoreksi, Emas Melemah 1,2 Persen

Jakarta, Maret.id — Harga emas melemah lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Kamis 13 Agustus 2026, setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli yang membawa harga ke level tertinggi dalam dua bulan.

Tekanan pasar juga muncul setelah data inflasi Amerika Serikat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve belum akan menaikkan suku bunga pada September.

Harga emas spot turun 1,2 persen menjadi 4.354,58 Dolar AS per ons pada Jumat pukul 24.58 WIB, setelah sempat menyentuh 4.449,39 Dolar AS per ons, level tertinggi sejak 5 Juni.

Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Desember ditutup turun 1,1 persen menjadi 4.420,40 Dolar AS per ons.

Data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dirilis Kamis menunjukkan harga produsen tidak berubah sepanjang Juli, sedangkan sehari sebelumnya data inflasi konsumen menunjukkan inflasi tahunan Juli turun menjadi 3,4 persen dari 3,5 persen pada Juni.

Perkembangan tersebut membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September; berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan kini diperkirakan 35 persen, turun dari 40 persen setelah data PPI dirilis.

Tekanan juga terjadi pada logam mulia lainnya dengan harga perak spot turun 1,2 persen menjadi 64,51 Dolar AS per ons, platinum melemah 2,4 persen ke 1.715,54 Dolar AS per ons, dan paladium anjlok 3,9 persen menjadi 1.316,28 Dolar AS per ons.

Di pasar komoditas lain, harga minyak turut melemah karena investor mencermati prospek perlambatan permintaan global tahun ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button