Ekonomi

Emas dan Perak Menguat oleh The Fed dan Permintaan Fisik

Jakarta, Maret.id — Pasar logam mulia menutup perdagangan pekan ini dengan tren positif.

Emas melonjak hingga menembus di atas 4.380 Dolar AS per ons dan mengamankan kenaikan mingguan dua kali berturut-turut.

Sementara perak rebound ke kisaran 65 Dolar AS per ons dengan total penguatan mingguan lebih dari 2 persen.

Meredanya guncangan harga energi terkait konflik Iran berimbas pada data inflasi AS yang melandai, sehingga meredam ekspektasi sikap agresif Federal Reserve terkait suku bunga.

Selain sentimen makroekonomi, dorongan fundamental kuat dari sektor fisik turut menopang harga kedua logam mulia ini.

Penguatan emas disokong oleh aksi pemborongan bank sentral, khususnya Bank Sentral Tiongkok yang memborong 20 ton emas pada Juli sekaligus menandai pembelian berturut-turut selama 21 bulan.

Di sisi lain, harga perak terangkat oleh tingginya permintaan industri untuk produksi panel surya dan jaringan listrik.

Hal ini tercermin dari lonjakan impor bijih perak Tiongkok sebesar 62,5 persen (YoY) pada Juni lalu.

Arah pergerakan emas dan perak selanjutnya akan dipengaruhi oleh dinamika risiko geopolitik Timur Tengah, rilis data tenaga kerja AS, serta petunjuk kebijakan moneter dari Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole.

Kenaikan harga logam mulia berimplikasi pada strategi investasi global dan kebijakan cadangan devisa bank sentral.

Investor diperkirakan akan terus memantau data makro dan pernyataan pejabat moneter untuk merespons volatilitas yang mungkin muncul.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button