Ekonomi

PLN Kejar Pemulihan Daya Pasca Gempa 7,7 Ganggu Ekonomi NTT

Jakarta, Maret.id — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur langsung melakukan penanganan terhadap sistem kelistrikan yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.

Sejumlah gangguan tercatat setelah gempa utama dan beberapa kali gempa susulan yang mengguncang wilayah tersebut sehingga memengaruhi operasional pembangkit listrik di Nusa Tenggara Timur.

“Petugas PLN terus menjaga operasi kelistrikan di sejumlah wilayah. Namun, gempa susulan yang terjadi beberapa kali berdampak pada sistem kelistrikan, termasuk padamnya PLTMG Maumere dan PLTMG Rangko, sehingga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa lokasi,” kata F Eko Sulistyono, General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur.

PLN mengerahkan petugas untuk memastikan kondisi pembangkit, jaringan transmisi, serta gardu induk sebelum layanan listrik dipulihkan secara bertahap.

Untuk sektor pembangkitan, langkah awal yang dilakukan adalah memastikan kondisi PLTD di Labuan Bajo telah dinyatakan aman sebelum proses pemulihan dilanjutkan ke komponen sistem kelistrikan lainnya.

“PLN juga memprioritaskan pemulihan pasokan listrik bagi fasilitas-fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan posko penanganan bencana, guna mendukung kebutuhan masyarakat dalam kondisi pascagempa,” kata F Eko Sulistyono, General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur.

PLN memastikan proses penormalan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi di lapangan dan aspek keselamatan kerja bagi petugas.

Masyarakat diimbau tidak panik dan diminta selalu mengacu pada informasi dari instansi berwenang terkait kondisi pascagempa.

BMKG awalnya mencatat gempa di wilayah Nagekeo berkekuatan 7,0 magnitudo yang kemudian diperbarui menjadi 7,7 magnitudo dengan episentrum sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut sempat memicu Peringatan Dini Tsunami, dengan BMKG menetapkan wilayah Ngada bagian utara dalam status Waspada dan perkiraan waktu kedatangan tsunami sekitar pukul 05.01.23 WIB.

Aktivitas seismik terus berlanjut setelah gempa utama dan hingga pukul 07.02 WITA gempa susulan masih tercatat serta dirasakan di sejumlah wilayah Flores, sebagian Sumba, serta pulau Adonara dan Solor.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button