Ekonomi

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Sentimen Inflasi

Jakarta, Maret.id — Bursa Asia bergerak beragam pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Indeks Kospi Korea Selatan tercatat naik sekitar 2 persen pada pembukaan perdagangan.

Kenaikan Kospi terutama didorong oleh reli saham perusahaan semikonduktor besar, dengan Samsung Electronics menguat sekitar 3 persen dan SK Hynix melonjak sekitar 5 persen.

Pergerakan positif saham-saham chip membantu mengangkat Kospi di tengah kondisi pasar Asia yang secara umum masih berhati-hati.

Sebelumnya, saham Korea Selatan mendapat dukungan dari optimisme terhadap permintaan chip memori yang berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang melemah sekitar 0,9 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix turun sekitar 0,28 persen.

Penurunan bursa Jepang terjadi saat investor mencermati tekanan dari Wall Street dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak relatif datar pada pembukaan perdagangan.

Sentimen pasar Asia turut dipengaruhi oleh perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran, di mana berakhirnya gencatan senjata serta meningkatnya ketegangan mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan pasokan energi.

Harga minyak Brent bahkan sempat menembus 91 Dolar AS per barel pada perdagangan Asia.

Kondisi tersebut membuat pergerakan bursa Asia cenderung beragam karena investor tidak hanya mencermati kinerja perusahaan dan prospek sektor teknologi, tetapi juga potensi dampak konflik AS‑Iran terhadap harga minyak, tekanan inflasi, dan kondisi ekonomi global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button