Wall Street Parkir di Zona Merah, Imbal Hasil AS Naik

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Amerika Serikat berakhir melemah pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026, waktu setempat.
Investor cenderung berhati-hati menjelang laporan keuangan sejumlah perusahaan ritel besar yang diharapkan memberi gambaran mengenai kondisi belanja konsumen AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen atau 272,63 poin menjadi 53.459,78.
S&P 500 melemah 0,52 persen atau 40,70 poin ke 7.745,06, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,31 persen atau 84,25 poin menjadi 26.644,91.
Tekanan terbesar datang dari saham perusahaan perangkat lunak, dengan Indeks S&P 500 Software & Services turun 2,8 persen.
Microsoft dan Meta Platforms menjadi dua saham yang paling membebani S&P 500, masing-masing turun lebih dari 3 persen.
Sebaliknya, saham perusahaan semikonduktor menguat dan membantu menahan penurunan pasar, di mana indeks saham semikonduktor PHLX naik 1,6 persen.
Micron Technology melonjak 4 persen, sementara Applied Materials naik 5,5 persen, sehingga kenaikan saham chip menjadi salah satu penopang utama S&P 500 pada sesi tersebut.
Sektor energi menjadi satu-satunya dari 11 sektor utama S&P 500 yang berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,87 persen setelah harga minyak mentah berjangka meningkat lebih dari 2 Dolar AS per barel.
Sebaliknya, sektor jasa komunikasi dan barang konsumsi pokok menjadi sektor dengan tekanan paling besar, masing-masing turun sekitar 1,5 persen.
Sektor keuangan dan barang konsumsi non-esensial juga melemah lebih dari 1 persen, sementara sektor teknologi secara keseluruhan turun hampir 0,2 persen setelah bergerak naik-turun sepanjang sesi perdagangan.
Pergerakan saham teknologi masih menjadi perhatian investor karena tingginya investasi perusahaan dalam kecerdasan buatan (AI).
Pasar kini mempertanyakan apakah belanja besar-besaran tersebut nantinya mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan, sambil menantikan laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pekan depan.
Di luar saham teknologi, saham Vista yang tercatat di bursa AS melonjak 5,6 persen setelah miliarder Peter Thiel membeli sekitar 1 persen saham perusahaan minyak asal Amerika Latin tersebut.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap kondisi konsumen AS setelah data penjualan ritel dan tenaga kerja Juli sebelumnya lebih lemah dari perkiraan.
Home Depot dijadwalkan menyampaikan laporan keuangan pada Selasa, sementara Walmart akan melaporkannya pada Kamis.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik, dengan di NYSE sekitar 1,76 saham turun untuk setiap satu saham yang naik.
Di Nasdaq, perbandingannya sekitar 1,68 saham turun untuk setiap satu saham yang menguat.
Aktivitas perdagangan relatif lebih rendah dengan sekitar 14,74 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata 20 hari terakhir yang mencapai 16,95 miliar saham.
Pergerakan ini mencerminkan kehati-hatian pasar menjelang rangkaian laporan korporasi dan data ekonomi berikutnya yang diperkirakan menentukan arah perdagangan pekan depan.





