Ekonomi

Produksi Gas JTB Konsisten Lampaui Target Perkuat Pasokan

Jakarta, Maret.id — Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu di Bojonegoro, Jawa Timur mencatat realisasi produksi raw gas sebesar 298,24 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Angka itu sekitar 4 persen di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan sekitar 9 persen di atas target Work Program & Budget (WP&B) 2026 yang disepakati bersama pemerintah melalui SKK Migas.

Realisasi produksi secara Month-to-Date (MTD) maupun Year-to-Date (YTD) juga tercatat berada di atas target RKAP dan WP&B.

Gas JTB saat ini mampu memasok hingga 65 persen kebutuhan gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah Sales Operation Region (SOR) III, melayani kebutuhan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan wilayah lain dalam cakupan SOR III.

Dari sisi penyaluran, realisasi Gas Sales Metering tercatat 176,95 MMSCFD, atau sekitar 5 persen di atas target RKAP dan 9 persen di atas target WP&B 2026.

Realisasi penyaluran secara MTD tercatat 176,92 MMSCFD dan secara YTD sebesar 151,55 MMSCFD, yang keduanya berada di atas target yang ditetapkan.

Capaian tersebut menunjukkan kemampuan JTB menjaga kontinuitas produksi sekaligus menyalurkan gas secara optimal kepada para offtaker.

“Kami berkomitmen menjaga keandalan plant agar dapat terus memenuhi kebutuhan energi, khususnya bagi masyarakat dan industri di wilayah Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Namun demikian, aspek HSSE tetap menjadi prioritas utama kami dalam setiap tahapan operasi,” ujar Afwan Daroni, General Manager Zona 12 PEPC JTB.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut Afwan, peningkatan tuntutan produksi harus berjalan seiring dengan penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat.

Bagi PEPC JTB, operasi andal tidak hanya diukur dari pencapaian produksi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan pekerja, keamanan operasi, dan kelestarian lingkungan.

Dalam waktu dekat JTB dipersiapkan menyuplai sekitar 3,5 MMSCFD gas sebagai bahan baku Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memperluas pemanfaatan ke wilayah yang belum terhubung jaringan pipa transmisi.

Sekitar 15 MMSCFD gas JTB dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk oleh PT Petrokimia Gresik, sehingga turut mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Sekitar 0,15 MMSCFD gas JTB juga dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan jaringan gas rumah tangga bagi ribuan pelanggan di Lamongan, Jawa Timur.

Selain itu, sekitar 1,3 MMSCFD gas JTB digunakan untuk mendukung sektor transportasi melalui penyediaan Bahan Bakar Gas (BBG) di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“SKK Migas akan terus mendorong peningkatan kinerja produksi melalui sinergi dengan PEPC dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga kontribusi JTB terhadap pemenuhan kebutuhan gas bumi nasional dapat semakin optimal dan berkelanjutan,” ujar Anggono Mahendrawan, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa.

SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) akan memastikan setiap potensi produksi dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan fasilitas, dan efisiensi operasi.

Dengan kinerja produksi yang konsisten melampaui target dan semakin luasnya pemanfaatan gas untuk berbagai sektor strategis, Lapangan JTB terus memperkuat perannya sebagai penopang pasokan energi nasional dan mendukung upaya pemerintah mewujudkan ketahanan energi Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button