Ekonomi

Pertumbuhan Kredit Perbankan 13,58 Persen pada Juli 2026

Jakarta, Maret.id — Penyaluran kredit perbankan nasional mencatat kinerja moncer dengan pertumbuhan kredit menembus 13,58 persen secara tahunan (yoy) pada Juli 2026, naik dari 12,67 persen (yoy) pada Juni 2026.

“Perkembangan positif ini didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar yang terus ditempuh melalui optimalisasi KLM untuk mendorong peningkatan kredit perbankan ke sektor prioritas,” kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Hingga pekan pertama Agustus 2026, akumulasi insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dikucurkan BI mencapai Rp446,5 triliun.

Injeksi likuiditas tersebut didominasi melalui financing channel sebesar Rp368,4 triliun, diikuti interest rate channel Rp73,2 triliun dan financing to funding channel Rp4,9 triliun.

Di balik ekspansi kredit yang kencang, ketahanan perbankan tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 23,70 persen per Juni 2026.

Kualitas kredit juga terkendali dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) agregat 2,09 persen secara bruto dan 0,82 persen secara neto.

Dari sisi likuiditas, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat 23,10 persen pada Juli 2026 sejalan dengan lonjakan uang primer (M0) 18,3 persen (yoy), pertumbuhan giro bank umum di BI 22,4 persen, serta peningkatan uang kartal 15,1 persen.

Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kelonggaran likuiditas guna menjaga ketersediaan dana segar di pasar uang demi mengawal momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button