Istana Merdeka Menjadi Pusat Kuliner UMKM Penggerak Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026 mengusung konsep pesta rakyat yang membuka kawasan Istana Merdeka hingga Monas dan Bundaran HI untuk umum sepanjang hari.
Protokoler ketat yang biasanya menyelimuti Istana Negara berganti suasana hangat dan ramai dengan warga yang datang sejak pagi hingga malam.
Personel Paspampres yang semula tampak sigap dalam upacara kenegaraan terlihat berbaur dengan pengunjung dan melayani dengan ramah.
Sejak pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, ratusan ribu masyarakat diberikan kebebasan mengeksplorasi pelataran Istana Merdeka tanpa sekat pembatas.
Pemerintah melibatkan 1.200 UMKM lokal untuk menyajikan ribuan porsi kuliner dan jajanan pasar gratis, termasuk Soto Mie, Es Krim Ragusa, kerak telor, dan es teler.
Kebahagiaan ini turut dirasakan oleh Dyah Seraya, salah satu pemilik UMKM yang berkesempatan menjajakan produknya di area kepresidenan. “Ya kami merasa bangga ya karena terpilih dari sekian banyak UMKM yang ada. Kita dapat pesanan 1.100, jadi 700 porsi untuk pagi, 400 porsi untuk penurunan sore,” ujar Dyah Seraya, pelaku UMKM.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemilihan UMKM dilakukan secara inklusif untuk merangkul berbagai lapisan pedagang. “Jadi semua makanan yang disajikan adalah makanan-makanan yang berasal dari UMKM,” ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Perayaan tidak hanya fokus pada kuliner, melainkan juga dimeriahkan pasar malam, area bermain anak, dan parade kendaraan hias hingga larut malam.
Transformasi Istana Merdeka menjadi “Rumah Rakyat” pada momentum HUT ke-81 ini dimaknai sebagai simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Perayaan kali ini dipandang bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kebebasan yang merangkul sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.





