Ekonomi

PGE Buka Potensi Panas Bumi Cubadak Panti Dorong Investasi

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali menegaskan komitmennya mempercepat transisi energi untuk memperkuat ketahanan energi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat menjelang satu abad pengembangan panas bumi di Indonesia.

Percepatan itu diwujudkan melalui pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) dan PLTP Lahendong BU serta penerimaan mandat survei potensi panas bumi di Cubadak Panti.

Semua langkah tersebut diumumkan pada gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.

PGE bersama PLN dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menandatangani dua Letter of Intent (LoI) untuk pengembangan ULUBELU BU dan LAHENDONG BU.

PLTP Ulubelu BU akan berkapasitas 30 megawatt (MW) dan PLTP Lahendong BU berkapasitas 15 MW yang akan dikembangkan bersama oleh PGE dan PLN IP melalui joint venture.

Penandatanganan LoI dilakukan oleh Direktur Utama PGE Ahmad Yani, Direktur Utama PLN IP Bernardus Sudarmanta, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, serta disaksikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal EBTKE Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, dan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

“Kami menyambut penandatanganan LoI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara. PGE yakin bahwa tambahan unit yang kami kembangkan bersama PLN IP ini akan menyediakan suplai listrik yang bersih nan andal untuk semakin banyak rumah tangga, yang akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyediakan energi yang memberdayakan masyarakat…” ujar Ahmad Yani, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Secara teknis, kedua proyek merupakan pengembangan pembangkit yang mengolah panas sisa dari operasi pembangkit panas bumi eksisting untuk menghasilkan tambahan listrik melalui teknologi binary (bottoming cycle).

Sebelumnya konsorsium PGE dan PLN IP telah menyepakati tarif listrik dengan PLN sebagai offtaker untuk PLTP Ulubelu BU pada Desember 2025 dan PLTP Lahendong BU pada April 2026, sehingga LoI menjadi langkah lanjutan menuju pengembangan proyek.

Langkah berikutnya meliputi pendirian joint venture, penyusunan Power Purchase Agreement (PPA), serta proses Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) dengan target Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2028.

Pada hari yang sama PGE menerima Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Panas Bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat.

SK tersebut diserahkan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Direktur Utama PGE Ahmad Yani dan disaksikan oleh Dirjen EBTKE Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

PGE menempati peringkat pertama dalam proses seleksi kompetitif Kementerian ESDM untuk PSPE Cubadak Panti dengan nilai penilaian 87,01.

Wilayah PSPE Cubadak Panti mencakup luas ±29.897 hektare dan berdasarkan data awal diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi sekitar 77 megawatts electric (MWe), yang jika terbukti diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga.

“Tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional. Penugasan ini juga sejalan dengan komitmen Provinsi Sumatra Barat sebagai Green Province. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat…” ujar Ahmad Yani, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Dua capaian tersebut terjadi dalam momentum menuju 100 tahun perjalanan pengembangan panas bumi Indonesia yang mendorong perluasan skala dan peran energi panas bumi sebagai kekuatan energi bersih nasional.

PGE juga tengah mengembangkan beberapa proyek strategis lain, antara lain PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7–8 & Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.

“Menjelang 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia, kami melihat masa depan dengan optimisme. Jika satu abad terakhir adalah perjalanan untuk membuktikan potensi panas bumi nasional, maka abad berikutnya adalah kesempatan untuk menjadikannya salah satu kekuatan utama Indonesia. PGE akan terus menjaga keandalan, mempercepat pengembangan, dan memperluas manfaat panas bumi agar energi dari bumi Indonesia dapat menjadi energi bagi kemajuan bangsa. Inilah kontribusi kami untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur…” ujar Ahmad Yani, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi serta mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang total 1.932 MW; 727 MW dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama.

Kapasitas terpasang di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional dan diperkirakan berpotensi mengurangi emisi sekitar 10 juta ton CO2 per tahun, sementara PGE tercatat meraih 20 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2026 serta menempati peringkat 1 dari 679 perusahaan di Sektor Utilitas Global pada Sustainalytics ESG Risk Rating 2025.

Percepatan pengembangan unit bottoming dan mandat eksplorasi di Cubadak Panti dipandang dapat memperkuat pasokan energi bersih, mendukung ketahanan energi daerah, dan mempercepat kontribusi sektor panas bumi terhadap target dekarbonisasi nasional dan komitmen Net Zero Emission 2060.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button